"Tidak mudah yah untuk menghindari sampah plastik, karena kita termasuk sekolah Adiwiyata, berarti dari sampah itu harus diolah menjadi sampah yang berhasil nilai guna, nilai seni dan nilai rupiah," ucapnya
Untuk menghindari sampah plastik, Atin pun menyebut bahwa di SDN RA Kartini setiap anak harus membawa tempat makan dan minum dari rumahnya sendiri.
Sedangkan pada kegiatan ekspos Adiwiyata, kata Atin, anak-anak diminta untuk membuat kerajinan dari barang-barang bekas yang tidak digunakan dirumahnya, seperti botol plastik, aqua gelas dan aqua galon.
"Tadi bisa dilihat produknya, kemudian juga dari sampah-sampah yang lainya," kata Atin.
Baca Juga: Peran content writer, menciptakan kata-kata yang menginspirasi dan membawa perubahan
Produk kerajinan tersebut seperti pakaian yang digunakan pada fashion show, pot bunga dan masih banyak lagi, yang dibuat dari anak-anak siswa kelas 1 sampai kelas 6 SD.
Sedangkan untuk penampilan seni, pada kegiatan ekspos kali ini, kata perempuan yang sudah 16 tahun menjabat sebagai Kepala Sekolah Dasar ini yaitu lebih banyak menampilkan kreasi seni.
"Kreasi seni, seninya yang ke P5, profil pelajar pancasila, jadi seninya itu seni yang betul-betul mengembangkan muatan lokal seperti sisingaan," kata Atin.
Disamping sisingaan, seni tari tradisional juga cukup memeriahkan gelaran ekspos adiwiyata tersebut.
"Ada tarian, jaipong, seni-seni tradisional yang memang dimodifikasi mengikuti zamanya," tuturnya.***
Artikel Terkait
Pecahkan rekor, Pemda Subang masukan Sisingaan kedalam Kurikulum Mulok Berbasis Budaya Lokal
Subang dan Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Seperti apa kondisinya hari ini?
Kurikulum merdeka, revolusi pendidikan untuk kemandirian generasi masa depan
Guru, pahlawan tanpa tanda jasa dalam dunia pendidikan
Menelusuri administrasi guru, tantangan dan inovasi dalam membangun pendidikan berkualitas
3 Tips lolos masuk sekolah unggulan
Mengatasi perundungan (bullying), membangun lingkungan yang aman dan menghargai