Ratusan siswa ikuti MPLS di SMPN 6 Subang, isu sampah jadi sorotan: Wajib bawa ‘tiket pulang’

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 17 Juli 2026 | 14:27 WIB
Ratusan siswa mengikuti kegiatan MPLS di SMPN 6 Subang sebagai bagian pengenalan sekolah dan pembentukan karakter peduli lingkungan, Kamis 16 Juli 2026
Ratusan siswa mengikuti kegiatan MPLS di SMPN 6 Subang sebagai bagian pengenalan sekolah dan pembentukan karakter peduli lingkungan, Kamis 16 Juli 2026

Baca Juga: Kopdes Merah Putih dibayangi isu pengadaan kipas angin Rp1,8 triliun, sang menteri koperasi malah ngaku tak tahu

Mulai dari puskesmas yang memberikan edukasi kesehatan remaja, Polres Subang yang membahas bahaya napza, hingga Diskominfo yang memberikan pemahaman terkait penggunaan media sosial secara aman.

Tak hanya itu, kegiatan juga melibatkan Kwarran untuk pengenalan kepramukaan, serta demonstrasi ekstrakurikuler yang bertujuan membantu siswa mengenali minat dan bakat mereka.

“Di MPLS juga ada demonstrasi 13 ekstrakurikuler seperti PKS, PMR, Paskibra hingga olahraga, agar siswa bisa mengenal potensi dirinya,” tambah Ucu.

Baca Juga: Ramai dugaan mutasi pegawai buntut surat dinas ke New York bocor, Dody Hanggodo: Mutasi kan biasa

Isu lingkungan jadi penekanan utama

Di sisi lain, panitia MPLS sekaligus Guru Bahasa Indonesia SMPN 6 Subang, Reni Nuryani, menuturkan bahwa tahun ini pihak sekolah memberikan perhatian khusus pada isu lingkungan, terutama pengelolaan sampah.

Menurutnya, siswa tidak hanya diajarkan membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga dibiasakan untuk memilah sampah sejak dini.

“Kita dari kebersihan lagi menggencarkan agar siswa peduli lingkungan dengan cara memilah sampah, bukan hanya membuang saja,” jelas Reni.

Sebagai bentuk implementasi, siswa diwajibkan membawa 'tiket pulang sampah' selama MPLS berlangsung.

Baca Juga: Kebakaran berulang di eks TPA Panembong, Kang Rey tutup total: Dipicu gas metana

“Kita mewajibkan siswa membawa tiket pulang sampah, bisa berupa botol plastik, sampah daun, atau jenis lainnya sebagai bentuk edukasi lingkungan,” tambahnya.

Langkah ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan baik bagi siswa sejak awal masuk sekolah, sekaligus menanamkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X