“Kita harus mencetak sumber daya manusia yang baik untuk 10-15 tahun ke depan. Jangan sampai dengan adanya industri, masyarakat kita hanya jadi penonton,” tegasnya.
Ia pun mendorong agar Dinas Pendidikan memiliki roadmap yang jelas dalam mencetak lulusan sesuai kebutuhan daerah, termasuk menyesuaikan dengan perkembangan dunia kerja dan industri.
Apresiasi dan kolaborasi jadi kunci
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang menyampaikan bahwa Malam Anugerah Pendidikan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat semangat dan standar mutu pendidikan.
Sebanyak 10 sekolah dan komunitas, 31 siswa, 46 guru dan kepala sekolah, serta 18 juara gerbang cita menerima penghargaan dalam ajang tersebut.
Mereka dinilai sebagai representasi dedikasi dan inovasi dalam memajukan pendidikan.
Kang Rey juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, orang tua, hingga dunia usaha, untuk memperkuat kolaborasi.
Ia menekankan bahwa kemajuan pendidikan tidak bisa dicapai secara parsial, melainkan harus melalui kerja bersama.
Pemerintah Kabupaten Subang, lanjutnya, berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan daerah, sejalan dengan visi menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Refleksi Ferry Irwandi di awal 2026: Pendidikan harus hadirkan manfaat nyata bagi masyarakat
Bupati Subang bagikan seragam sekolah gratis di Desa Cibalandong, fokus dukung pendidikan anak
Trisa Triandesa soroti pendidikan pascabencana di Aceh Tengah, siswa masih kekurangan buku
Soroti krisis tata krama siswa, Wakasek SMPN 6 Subang tekankan peran pengawasan dan pendidikan karakter
Gebrakan pendidikan Subang: 238 Kepsek dilantik, Rp28 miliar digelontorkan bereskan kelas rusak
Disorot minim transparansi, Dewan Pendidikan Subang diminta turun ke lapangan dan jelaskan kinerja
Kepala sekolah di Subang soroti tantangan pendidikan, tekankan peran orang tua di era digital