“Ini bukan musuh, tapi tantangan bersama. Kita harus bisa tetap menjadi rujukan utama bagi anak,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah juga menerapkan pembatasan penggunaan handphone di lingkungan sekolah agar siswa lebih fokus pada kegiatan belajar.
Baca Juga: Viral bule ngamuk ogah bayar makan di Menteng, singgung ‘saya yang bangun negaramu’
Pentingnya kolaborasi
Tatang menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah semata. Diperlukan kerja sama yang kuat antara guru dan orang tua.
“Kalau di sekolah diajarkan sesuatu, di rumah juga harus sejalan. Itu yang sedang kami bangun,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Anggaran pendidikan 2026 tembus Rp757,8 triliun, tertinggi sepanjang sejarah
Refleksi Ferry Irwandi di awal 2026: Pendidikan harus hadirkan manfaat nyata bagi masyarakat
Trisa Triandesa soroti pendidikan pascabencana di Aceh Tengah, siswa masih kekurangan buku
Soroti krisis tata krama siswa, Wakasek SMPN 6 Subang tekankan peran pengawasan dan pendidikan karakter
Hardiknas 2026 di Subang, Wakil Bupati ajak perkuat partisipasi wujudkan pendidikan bermutu
Gebrakan pendidikan Subang: 238 Kepsek dilantik, Rp28 miliar digelontorkan bereskan kelas rusak
Disorot minim transparansi, Dewan Pendidikan Subang diminta turun ke lapangan dan jelaskan kinerja