158 Guru vokasi dilatih AI hingga robotika, kolaborasi ICCN dan Intel dorong transformasi pendidikan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 22 April 2026 | 19:43 WIB
Pelatihan daring bagi 158 guru vokasi dari seluruh Indonesia yang digelar ICCN, Intel Indonesia, IGVI, dan Axioo Class Program untuk meningkatkan pemanfaatan AI, coding, dan robotika dalam pembelajaran, Rabu, 22 April 2026 (Dok. ICCN)
Pelatihan daring bagi 158 guru vokasi dari seluruh Indonesia yang digelar ICCN, Intel Indonesia, IGVI, dan Axioo Class Program untuk meningkatkan pemanfaatan AI, coding, dan robotika dalam pembelajaran, Rabu, 22 April 2026 (Dok. ICCN)

GENMILENIAL.ID - Transformasi pendidikan vokasi di Indonesia terus dipercepat melalui penguatan kapasitas guru.

Sebanyak 158 tenaga pendidik dari berbagai daerah mengikuti pelatihan eksklusif bertajuk Exclusive Training for Vocational Educators yang digelar secara daring pada 22–28 April 2026.

Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Intel Indonesia, Ikatan Guru Vokasi Indonesia (IGVI), serta AXIOO Class Program.

Program ini menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan pendidikan di era industri digital.

Baca Juga: IFG bangun IPAL di Bantul, dorong industri batik ramah lingkungan

Fokus pada AI, coding, dan robotika

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman dan keterampilan terkait pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), coding, hingga robotika dalam proses pembelajaran.

Tak hanya itu, peserta juga diperkenalkan dengan Intel Skills for Innovation (SFI), sebuah pendekatan yang mendorong pembelajaran mendalam atau deep learning agar lebih relevan dengan kebutuhan masa depan.

Direktur Kemitraan Vokasi dan Pendidikan ICCN, Rudi Nofindra, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar pengenalan teknologi, melainkan bagian dari strategi besar menciptakan talenta unggul.

Baca Juga: Lawan perundungan dari sekolah, SMPN 6 Subang gaungkan deklarasi anti-bullying

“Pelatihan ini bukan sekadar pengenalan teknologi semata, melainkan langkah strategis dalam membekali pendidik agar mampu mencetak talenta-talenta vokasi yang inovatif, adaptif, dan siap menjadi penggerak dalam ekosistem ekonomi kreatif digital kita,” ujarnya.

Guru jadi kunci transformasi pendidikan

Sementara itu, Educational Program Manager Intel Indonesia, Devi Amalia, menekankan bahwa perubahan pendidikan tidak hanya bertumpu pada teknologi, melainkan pada peran guru sebagai ujung tombak.

“Intel mengapresiasi kolaborasi ICCN, IGVI, dan seluruh mitra dalam memperkuat kapasitas guru Indonesia. Transformasi pendidikan tidak dimulai dari teknologi semata, tetapi dari guru yang didukung untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dan sesuai kebutuhan masa depan,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X