39 Pelajar Purwakarta dipulangkan dari barak militer, orang tua: Anak saya berubah

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 19 Mei 2025 | 23:24 WIB
Momen pelepasan siswa setelah mengikuti pendidikan berkarakter bela negara (Youtube/Kang Dedi Mulyadi Channel)
Momen pelepasan siswa setelah mengikuti pendidikan berkarakter bela negara (Youtube/Kang Dedi Mulyadi Channel)

GENMILENIAL.ID – Sebanyak 39 pelajar tingkat SMP di Kabupaten Purwakarta dipulangkan ke rumah masing-masing setelah mengikuti program pendidikan karakter di lingkungan militer selama dua pekan.

Program ini berlangsung di Markas Resimen Armed 1/Sthira Yudha dan resmi berakhir pada Minggu, 18 Mei 2025.

Program ini menyasar para pelajar yang sebelumnya terlibat perilaku menyimpang, seperti tawuran, membolos sekolah, hingga mengonsumsi minuman keras.

Mereka mengikuti pembinaan berbasis kedisiplinan militer sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter dan perubahan perilaku.

Baca Juga: Makna mendalam ‘Cincin Nelayan’ yang dikenakan Paus Leo XIV saat misa pelantikan: Lebih dari sekadar simbol

“Alhamdulillah, setelah menjalani pendidikan berkarakter bela negara selama 14 hari, akhirnya mereka bisa pulang,” ujar Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, saat ditemui di sela prosesi pemulangan.

Saepul menjelaskan bahwa meski pelatihan di barak telah selesai, proses pembinaan belum berhenti.

Pihaknya akan melanjutkan dengan sesi penyegaran selama dua pekan ke depan untuk memastikan perubahan yang terjadi bersifat berkelanjutan.

“Kita ingin dampaknya tidak hanya sesaat. Makanya tetap ada penguatan lanjutan agar mereka konsisten dengan perubahan yang sudah terjadi,” ujarnya.

Baca Juga: Dedi Mulyadi tanggapi kritik KPAI soal program barak TNI: Jangan hanya komentar, ayo turun langsung

Para pelajar yang mengikuti program ini juga diajak menulis janji kepada diri sendiri, lingkungan, dan Tuhan sebagai bentuk komitmen pribadi untuk hidup lebih baik.

Program ini turut diawasi oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) untuk memastikan pendekatannya tetap berada dalam koridor perlindungan anak dan tidak melanggar hak-hak mereka.

Di hari terakhir pelatihan, suasana haru menyelimuti momen perpisahan antara pelajar dan para pembina.

Banyak orang tua yang mengaku terharu melihat perubahan positif yang ditunjukkan anak-anak mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X