Makna mendalam ‘Cincin Nelayan’ yang dikenakan Paus Leo XIV saat misa pelantikan: Lebih dari sekadar simbol

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 19 Mei 2025 | 22:55 WIB
Cincin Nelayan yang dikenakan Paus XIV saat Misa Pelantikan di Vatikan (vaticannews.va)
Cincin Nelayan yang dikenakan Paus XIV saat Misa Pelantikan di Vatikan (vaticannews.va)

GENMILENIAL.ID - Paus ke-267, Paus Leo XIV telah resmi dilantik di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu 18 Mei 2025.

Paus Leo XIV sendiri merupakan Paus pertama asal Amerika Serikat yang menjadi momen bersejarah di tahun ini.

Dalam prosesi ini, Paus Leo XIV akan menerima “Cincin Nelayan” dalam Misa Pelantikan di Vatikan.

Cincin tersebut bukanlah aksesori biasa namun mengandung nilai spiritual dan historis yang kuat.

Baca Juga: Dedi Mulyadi tanggapi kritik KPAI soal program barak TNI: Jangan hanya komentar, ayo turun langsung

Cincin tersebut menjadi pengingat akan tanggung jawab besar sang paus sebagai penerus langsung dari Rasul Petrus, sosok nelayan yang dipanggil Yesus untuk memimpin umat.

Dalam dokumentasi resmi yang dirilis oleh Kantor Liturgi Kepausan, diperlihatkan cincin yang akan dikenakan Paus Leo XIV.

Dalam dokumentasi tersebut, permukaan cincin tergambar Santo Petrus, lengkap dengan kunci dan jala, simbolisasi dari misi pastoral dan kepemimpinan rohani yang diwariskan kepadanya.

“Cincin Nelayan mengotentikasi iman dan melambangkan tugas yang dipercayakan kepada Paus pertama,” demikian disampaikan dalam pernyataan Vatikan sebagaimana dikutip pada Senin 19 Mei 2025.

Baca Juga: Siswa SMP di Purwakarta peluk erat ibunya usai pulang dari barak TNI, Dedi Mulyadi: Tetesan air mata bahagia

Cincin Nelayan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari suksesi kepausan selama berabad-abad.

Istilah ini sendiri mengacu pada latar belakang Rasul Petrus yang dulunya adalah nelayan di Danau Galilea. Tradisi penyematan cincin ini dipercaya telah berlangsung sejak abad ke-13.

Dulu, cincin ini memiliki fungsi praktis sebagai segel resmi dokumen-dokumen penting Paus. Namun sejak 1842, peran itu beralih menjadi simbolis, meskipun tetap unik untuk setiap Paus.

Saat seorang paus wafat, cincin beserta meterai timbalnya akan dihancurkan menggunakan alat khusus, sebuah ritual simbolik yang menandai akhir masa jabatannya dan mencegah potensi penyalahgunaan dokumen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Sumber: Vaticannews

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X