Guru Penggerak Subang sambangi Patimban, serap wawasan maritim untuk cetak SDM unggul

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 24 April 2025 | 15:03 WIB
Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Subang kunjungi Pelabuhan Patimban pada Rabu, 23 April 2025 (Dok. Istimewa)
Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Subang kunjungi Pelabuhan Patimban pada Rabu, 23 April 2025 (Dok. Istimewa)

 

GENMILENIAL.IDKomunitas Guru Penggerak (KGP) Kabupaten Subang menggelar kunjungan edukatif bertajuk Goes To Patimban pada Rabu, 23 April 2025.

Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara KGP, SMKN 1 Pusakanagara, dan Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Patimban.

Sebanyak 30 guru penggerak turut serta dalam kunjungan tersebut. Mereka diajak mengeksplorasi langsung kawasan pelabuhan serta mengikuti sesi seminar bersama pihak KSOP Patimban.

Baca Juga: ESAI: Musik di Madiun: Antara identitas, eksistensi, dan kepercayaan

Rombongan disambut oleh Dr. Capt. Sugeng Priyatno yang merupakan Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal.

“Kami ingin menyerap wawasan secara langsung dari sumbernya. Pengetahuan ini sangat penting untuk kami teruskan kepada peserta didik, agar mereka siap menghadapi masa depan Subang yang akan menjadi bagian dari Rebana Metropolitan,” ujar Ketua KGP Subang, Sandi Wijaya.

Menurut Sandi, para guru tidak hanya mendapatkan gambaran umum mengenai operasional pelabuhan, tetapi juga wawasan tentang potensi strategis kawasan ini.

Mulai dari proyek pengembangan Patimban, peluang kerja, hingga keahlian-keahlian yang dibutuhkan di sektor logistik dan maritim.

Baca Juga: ‘Sabtu Bersama Kang Rey’: Strategi wisata Bupati Subang gaet PAD dan investasi

“Kami mendapatkan insight tentang dampak positif pembangunan Pelabuhan Patimban, mulai dari terbukanya lapangan kerja baru, peningkatan ekonomi lokal, hingga kebutuhan keahlian yang spesifik seperti kepelabuhanan, logistik, hukum maritim, hingga teknologi informasi,” kata Sandi.

Pihak KSOP Patimban juga menyampaikan bahwa tenaga kerja lokal yang saat ini diberdayakan baru mencapai 413 orang, yang berasal dari desa-desa sekitar seperti Patimban, Gempol, Kalentambo, Kotasari, Pusakaratu, dan Pusakajaya.

Dalam sambutannya, Dr. Capt. Sugeng memberikan pesan kuat kepada para guru penggerak.

“Bukan hanya skill akademis yang penting, tetapi juga karakter, integritas, dan attitude. Para guru penggerak harus menjadi motor dalam menyiapkan putra-putri daerah agar mampu bersaing di tengah transformasi besar kawasan ini,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X