Anak kelas 4 SD bakal belajar coding? Mendikdasmen ungkap 3 pendekatan baru ini demi ubah kurikulum pendidikan di Indonesia

photo author
Abdul Rouf, Genmilenial
- Rabu, 13 November 2024 | 21:39 WIB
Potret Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti yang menerapkan kebijakan baru untuk mengubah kurikulum belajar di pendidikan dasar dan menengah di Indonesia (Instagram.com/@abe_mukti)
Potret Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti yang menerapkan kebijakan baru untuk mengubah kurikulum belajar di pendidikan dasar dan menengah di Indonesia (Instagram.com/@abe_mukti)

Baca Juga: Ketahuan! sosok pacar baru Gading saat momen liburan bareng Gisel dan Gempi, begini soal restu Roy Marten

Terkait tenaga pengajar baru untuk mapel AI dan coding di SD, Mukti menyatakan akan memikirkan format perekrutannya belakangan.

"Nanti formatnya akan kita pikirkan belakangan," tandasnya.

2. Anak TK harus siap berkenalan dengan matematika

Dalam kesempatan berbeda, Mu'ti mengklaim pihaknya telah menyiapkan platform khusus untuk pembelajaran matematika di tingkat pendidikan usia dini atau taman kanak-kanak (TK).

Mukti menerangkan, keputusan untuk mengajarkan pendidikan matematika di tingkat TK dan SD sudah menjadi keputusan final dari kementeriannya.

Baca Juga: Meutya Hafid minta maaf usai dengarkan keluhan ibu-ibu yang terlilit utang akibat keluarganya yang jadi pecandu judi online

Namun, Mendikdasmen RI itu mengaku tengah menunggu pembahasan terkait teknis pelaksanaan dan pengajarannya.

"Itu sudah keputusan, tinggal nanti teknis pelaksanaannya saja, bahkan kami juga sudah mencoba untuk menyiapkan platform untuk pembelajaran matematika di TK dan SD," ujar Mu'ti kepada wartawan di sela kegiatan Rakor Kemendikdasmen di Jakarta, pada Senin, 11 November 2024.

3. Pendekatan belajar deep learning

Dalam kesempatan berbeda, Mu'ti menegaskan deep learning atau pembelajaran mendalam bukanlah kurikulum melainkan pendekatan belajar siswa.

"Deep learning itu bukan kurikulum, itu pendekatan belajar," ujar Mu'ti kepada awak media di Kantor Badan Bahasa, Jakarta, pada Jumat, 8 November 2024.

Baca Juga: Pro kontra warganet di medsos soal layanan aduan masyarakat yang diusung Gibran, politikus Akbar Faizal sebut tak logis

Terkait hal itu, Mu'ti menjelaskan pihaknya akan mengkaji materi-materi pelajaran agar tidak terlalu membebani siswa maupun guru.

"Nanti memang kita akan kaji semua, materi-materi pelajaran akan kita lihat lagi," tandasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rouf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X