GENMILENIAL.ID - Hari ini, tanggal 8 Oktober, dunia memperingati Hari Pencatatan Kelahiran Internasional.
Momentum ini diperingati untuk mengingatkan kita akan pentingnya pencatatan kelahiran sebagai hak dasar setiap anak.
Pencatatan kelahiran adalah langkah awal menuju pengakuan identitas setiap individu di masyarakat.
Namun, sayangnya, jutaan anak di seluruh dunia masih terlupakan oleh sistem pencatatan kelahiran yang tidak berfungsi dengan baik.
Data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan bahwa sekitar 166 juta anak di bawah usia lima tahun, atau satu dari empat anak di dunia, belum terdaftar.
Baca Juga: Hari disleksia sedunia, memahami hambatan belajar yang serius
Ini adalah masalah serius yang memiliki dampak yang luas. Anak-anak yang tidak terdaftar memiliki risiko lebih tinggi untuk menjadi korban eksploitasi, perdagangan manusia, dan pekerjaan anak.
Mereka juga mungkin menghadapi kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan, serta kehilangan akses ke hak-hak dasar lainnya.
Sementara banyak negara telah membuat kemajuan dalam meningkatkan pencatatan kelahiran, tantangan masih ada di berbagai belahan dunia, terutama di wilayah yang terpencil dan terpinggirkan.
Faktor-faktor seperti konflik, kemiskinan, ketidaksetaraan gender, dan kurangnya akses ke layanan kesehatan seringkali menjadi hambatan utama dalam proses pencatatan kelahiran.
Baca Juga: 8 Oktober sebagai Hari Loper Koran Nasional, momen peringatan bagi para pejuang informasi
Untuk mengatasi masalah ini, komunitas internasional, termasuk PBB, telah berkomitmen untuk meningkatkan pencatatan kelahiran dan mengakui hak setiap anak untuk memiliki identitas resmi.
Program-program seperti 'Every Child's Birth Right' dari UNICEF dan 'Birth Registration for All' dari UNHCR telah bekerja keras untuk mencapai tujuan ini.
Di tingkat nasional, pemerintah juga memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan sistem pencatatan kelahiran berfungsi dengan baik.
Artikel Terkait
Memburu cahaya pendidikan di daerah pelosok Indonesia
Pendidikan, pilar utama peradaban yang abadi
Pendidikan anak usia dini, membangun pondasi emas masa depan
Mutu pendidikan, Ketua MKKS Subang sebut di level Jawa Barat Kabupaten Subang masih pada tahapan middle class
Gedung SD Negeri mau ambruk, seperti apa upaya Disdikbud Subang cari bantuan?
Miliki 150 siswa, kondisi gedung SDN Sukamahi Pamanukan sudah rapuh dan miring
Hari Disleksia Sedunia, memahami hambatan belajar yang serius