GENMILENIAL.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang menyebut bahwa untuk melakukan rehab bangunan sekolah, terutama sekolah dasar negeri akan dilihat dari skala prioritas kerusakan.
Hal itupun dilakukan dengan singkronisasi data yang dilakukan oleh para operator sekolah ke dalam dapodik dengan melakukan perhitungan kerusakan di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Subang.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang, Anno Suyatno menyebut bahwa selain dari Dapodik, Disdikbud juga telah menggandeng PUPR untuk menghitung lebih detil terkait berapa angka pastinya nilai kerusaksan yang ada di sekolah-sekolah di Kabupaten Subang.
"Kita sengaja panggil teman-teman dari PUPR, karena kita gak tau persis sampai seperti apa kerusakanya, sehingga kita panggil tim PUPR untuk menghitung kerusakanya, khususnya yang ada di negeri," ujarnya.
Baca Juga: Sisingaan Subang, ragam kebudayaan tradisional yang menggema
Lanjut Anno, di Kabupaten Subang, SD Negeri ada sekitar 846 sekolah, sedangkan untuk SD Swasta ada sekitar 43 Sekolah, Jika ditotal jumlah SD secara keseluruhan baik negeri atau swasta di Kabupaten Subang ada sekitar 886 sekolah.
Dalam tiga tahun terakhir ini, Disdikbud Kabupaten Subang telah melakukan belasan rehab Sekolah Dasar, Tahun 2022 sebanyak 17 SD, tahun 2023 sebanyak 16 SD, sedangkan pada tahun 2024 meningkat menjadi 33 Sekolah.
"Mudah-mudahan ini bisa terkawal ada penambahan 33 sekolah yang mendapatkan DAK, DAK nya nanti DAK tuntas sehingga kebanyakan rata-rata diatas 1 Milyar," jelasnya.
Anno pun menyebut bahwa yang dimaksud dengan DAK Tuntas itu pembangunanya mulai dari rehab total dengan mebelairnya, alat pendukung pendidikan seperti laboratorium, perpustakaan, dan juga ITnya.
"Mudah-mudahan tidak rubah, kemarin kita sudah singkronisasi, untuk bidang SD itu yang ditawarkan 59 Milyar, tapi kemarin ketika singkronisasi ada 58 Milyar, mudah-mudahan ini menjadi pagu yang tidak berubah, kalau bisa menambah," ucapnya.
Nilai total dengan jumlah Rp58 Milyar tersebut, kata Anno diperuntukan untuk DAK tuntas bagi 33 sekolah dasar yang sudah menjadi prioritas dari Kemendikbud.
"Bukan kita, kalau kita penginya semua, tapi Kemendikbud yang menunjuk, jadi pada dasarnya kita sedang berupaya untuk memasukan data, nanti yang menentukan itu bukan kita," terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anno juga menjelaskan bahwa sumber dana untuk rehabilitas bangunan sekolah SD sebenarnya tidak hanya satu sumber saja, bahkan juga bisa berkolaborasi dengan pihak swasta dari CSR.
Artikel Terkait
Hindari anak putus sekolah, ini yang dilakukan oleh Tarsono, Ketua K3S Kecamatan Pagaden
Bukan lagi hal menyeramkan, seperti ini cara Hendra Nugraha kenalkan matematika ke peserta didik
Jalankan fungsi intelejen terkait pencegahan dini, Kejari Subang launching Sekolah Bina Adhyaksa
SD PIT Bhaskara, sekolah dasar swasta yang bermula dari pindah-pindah gedung hingga ke prestasi nasional
Antisipasi persoalan hukum, SMPN 1 Subang akan jadwalkan hari pelayanan Kejaksaan bagi seluruh SMP di Subang
Dongkrak pengunjung, Museum Subang gelar berbagai kegiatan lomba, pentas seni hingga bazzar UMKM
Sisingaan, warisan budaya Kabupaten Subang yang tak tergoyahkan