GENMILENIAL.ID - Guru penggerak Angkatan ke 3 dan juga Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP Matematika Kabupaten Subang, Hendra Nugraha menyebut bahwa image Matematika merupakan pelajaran menyeramkan adalah persepsi dari anak-anak zaman dahulu.
Seiring perkembangan zaman, dimana transpormasi teknologi terus berkembang, pola dan pendekatan pembelajaran terhadap peserta didik pun bisa dilakukan dengan berbagai cara dan proses kreatif tenaga pendidik ataupun guru.
Tidak hanya dalam ruang kelas bahkan bisa dilakukan di alam terbuka, tidak hanya terpaku monoton pada materi buku pelajaran tapi juga bisa dilakukan dengan pola-pola permainan, teknologi dan juga game yang menyenangkan.
"Setelah saya berdiskusi, kebetulan di guru penggerak itu ada praktek berdiferensiasi, konsultasi juga dengan pengajar praktik, maka media yang lebih utama," kata Hendra Nugraha.
Lanjut Hendra, memang dibeberapa sekolah siswa itu dilarang membawa handphone, namun karena pola pembelajaran yang digunakanya mencoba mengikuti zaman iapun memperbolehkan siswa gunakan handphone saat pembelajaranya.
"Karena mengikuti zaman, zamanya milenial ya sekarang, saya disekolah itu berkomitmen dengan orang tua, kepala sekolah, peserta didik membawa gadget tapi didalam pelajaran," pungkasnya.
Setelah pembelajaran selesai, kata lelaki yang saat ini mengajar matematika di SMPN 1 Pagaden ini, gadget yang dipegang para siswapun dikumpulkan kembali di wali kelasnya masing-masing.
"Untuk pembelajaran ini, memang anak itu, fokusnya mempunyai permainan, pembuatan game seperti matematika itu saya menggunakan aplikasi geogebra atau aplikasi desmos, itu permainan," ujarnya.
Sedangkan untuk kuis dan lain-lain, kata Hendra, dirinya menggunakan aplikasi quizizz, sehingga membuat peserta didik tertarik terhadap dunia pembelajaran.
Baca Juga: Sering dilanda gundah dan gelisah, coba aktifitas dan amalan ini!
"Walaupun tidak 100 persen, karena saya yakin dengan pertumbuhan sekarang secara signifikan memberikan pembelajaran tidak di kelas saja, diluar kelas pun jadi," ujarnya.
Sejauh ini, kata Hendra sudah sekitar 80 persen anak-anak menyukai matematika, dan sisanya masih ragu.
Artikel Terkait
Guru penggerak, upaya pemerintah perbaiki infrastruktur pendidikan sekaligus siapkan pemimpin pembelajaran
Miliki 16.756 anggota, ini persiapan PGRI Subang jelang HUT PGRI dan Hari Guru Nasional
Subang terbanyak angkat P3K, ini kata Ketua PGRI terkait guru P3K swasta yang ditempatkan di sekolah negeri
Guru penggerak, upaya mendorong perubahan melalui pendidikan
Strategi pembelajaran diferensiasi kurikulum merdeka, ini kata Widyaprada Ahli Madya BBPMP Provinsi Jawa Barat
Hindari anak putus sekolah, ini yang dilakukan oleh Tarsono, Ketua K3S Kecamatan Pagaden
Teropong dunia pendidikan di daerah, ini kata H. Saenudin terkait guru penggerak dan standar mutu pendidikan