Bukan lagi hal menyeramkan, seperti ini cara Hendra Nugraha kenalkan matematika ke peserta didik

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 12 September 2023 | 21:14 WIB
Hendra Nugraha, Guru penggerak dan juga Ketua MGMP Matematika Kabupaten Subang
Hendra Nugraha, Guru penggerak dan juga Ketua MGMP Matematika Kabupaten Subang

GENMILENIAL.ID - Guru penggerak Angkatan ke 3 dan juga Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP Matematika Kabupaten Subang, Hendra Nugraha menyebut bahwa image Matematika merupakan pelajaran menyeramkan adalah persepsi dari anak-anak zaman dahulu.

Seiring perkembangan zaman, dimana transpormasi teknologi terus berkembang, pola dan pendekatan pembelajaran terhadap peserta didik pun bisa dilakukan dengan berbagai cara dan proses kreatif tenaga pendidik ataupun guru.

Tidak hanya dalam ruang kelas bahkan bisa dilakukan di alam terbuka, tidak hanya terpaku monoton pada materi buku pelajaran tapi juga bisa dilakukan dengan pola-pola permainan, teknologi dan juga game yang menyenangkan.

Baca Juga: Didepan Kyai, Kang Lukmantias sebut kekayaan alam harus dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Subang

"Setelah saya berdiskusi, kebetulan di guru penggerak itu ada praktek berdiferensiasi, konsultasi juga dengan pengajar praktik, maka media yang lebih utama," kata Hendra Nugraha.

Lanjut Hendra, memang dibeberapa sekolah siswa itu dilarang membawa handphone, namun karena pola pembelajaran yang digunakanya mencoba mengikuti zaman iapun memperbolehkan siswa gunakan handphone saat pembelajaranya.

"Karena mengikuti zaman, zamanya milenial ya sekarang, saya disekolah itu berkomitmen dengan orang tua, kepala sekolah, peserta didik membawa gadget tapi didalam pelajaran," pungkasnya.

Baca Juga: Pengurus NU dan 20 Majlis Talim di Pamanukan dukung Kang Lukmantias untuk maju di Pilkada Subang 2024

Setelah pembelajaran selesai, kata lelaki yang saat ini mengajar matematika di SMPN 1 Pagaden ini, gadget yang dipegang para siswapun dikumpulkan kembali di wali kelasnya masing-masing.

"Untuk pembelajaran ini, memang anak itu, fokusnya mempunyai permainan, pembuatan game seperti matematika itu saya menggunakan aplikasi geogebra atau aplikasi desmos, itu permainan," ujarnya.

Sedangkan untuk kuis dan lain-lain, kata Hendra, dirinya menggunakan aplikasi quizizz, sehingga membuat peserta didik tertarik terhadap dunia pembelajaran.

Baca Juga: Sering dilanda gundah dan gelisah, coba aktifitas dan amalan ini!

"Walaupun tidak 100 persen, karena saya yakin dengan pertumbuhan sekarang secara signifikan memberikan pembelajaran tidak di kelas saja, diluar kelas pun jadi," ujarnya.

Sejauh ini, kata Hendra sudah sekitar 80 persen anak-anak menyukai matematika, dan sisanya masih ragu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X