GENMILENIAL.ID - Kepala Sekolah SMPN 1 Binong, H. Saenudin mengatakan bahwa dalam proses Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) hadirnya guru penggerak menjadi warna tersendiri dalam dunia pembelajaran di sekolah.
"Dalam peningkatan kualitas, tidak hanya siswanya, tapi gurunya juga dengan diberikan kesempatan untuk berkarir, kemudian untuk berkembang lebih maju lagi," ujarnya.
Saat ini, kata lelaki yang menjabat Kepala Sekolah SMPN 1 Binong sejak tahun 2019 secara fasilitas dan sarana mengajar bagi para tenaga pendidik saat ini sudah cukup banyak tersedia, salah satunya dengan hadirnya Platform Merdeka Mengajar (PMM).
Baca Juga: Tak usah malu, ini 6 manfaat belajar di usia tua
Dalam PMM, kata H. Saenudin ada didalamnya yang dinamakan dengan P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Disamping itu, dalam peningkatan standar mutu pendidikan, pemenuhan 8 standar pendidikan juga sangat mempengaruhi terhadap peningkatan pembelajaran kualitas pendidikan didaerah.
"Termasuk untuk pemenuhan yang 8 standar itu, khususnya terkait dengan standar sarana dan prasarana sebagai fasilitas untuk proses pembelajaran siswa," ucapnya.
Selain standar sarana dan prasarana, ada juga standar lain yang harus dipenuhi seperti standar proses, standar isi, standar kompetensi kelulusan, standar pengelolaan, standar pembiayaan juga standar pendidik dan tenaga kependidikan.
Baca Juga: 10 Manfaat daun mangga untuk kesehatan, salah satunya bisa menurunkan gula darah
Terkait guru penggerak di SMPN 1 Binong, H. Saenudin menyebut bahwa saat ini ada dua guru penggerak yang juga pemgajar praktik yang saat ini membantu Kepala Sekolah sebagai Wakasek Budang Kurikulum dan Wakasek Humas.
Selanjutnya untuk para Calon Guru Penggerak (CGP) untuk angkatan 10 ini, Kata H. Saenudin ada sekitar 6 orang yang turut serta dari SMPN 1 Binong.
Sebagaimana diketahui, bahwa Kecamatan Binong merupakan salah satu Kecamatan yang hampir sebagian besar masyarakatnya merupakan petani, daerah agraris.
Dengan demikian tantangan pendidikan yang dihadapi oleh para tenaga pendidik, para guru tentu juga akan berbeda jika dibandingan dengan daerah-daerah lain.
Baca Juga: Bertemu Pimpinan Pesantren Pagelaran 3, Kang Lukmantias sampaikan niat perbaiki Kabupaten Subang
Artikel Terkait
Mendorong literasi di kalangan pelajar, pentingnya pembelajaran abad ke-21
Giat literasi di SMPN 1 Cibogo, siswa didorong lakukan aktivitas baca, bercerita dan miliki karya sendiri
Miliki 16.756 anggota, ini persiapan PGRI Subang jelang HUT PGRI dan Hari Guru Nasional
Subang terbanyak angkat P3K, ini kata Ketua PGRI terkait guru P3K swasta yang ditempatkan di sekolah negeri
Guru penggerak, upaya mendorong perubahan melalui pendidikan
Strategi pembelajaran diferensiasi kurikulum merdeka, ini kata Widyaprada Ahli Madya BBPMP Provinsi Jawa Barat
Hindari anak putus sekolah, ini yang dilakukan oleh Tarsono, Ketua K3S Kecamatan Pagaden