Fleksibilitas tetap ada, namun mereka menginginkan kenyamanan dan stabilitas selama liburan.
4. Akomodasi mewah tergeser oleh penginapan unik
Dengan tren kerja jarak jauh yang semakin umum, Gen Z mencari penginapan yang nyaman untuk bekerja sekaligus berlibur.
Akomodasi mewah masih diminati, tetapi banyak yang beralih ke opsi unik seperti penginapan lokal, boutique hotel, atau hostel yang menawarkan pengalaman berbeda dan personal.
Baca Juga: Anja Hawari Fasya hidupkan kembali spirit keteladanan lewat buku 'Spirit Kita'
Perubahan kebiasaan ini mencerminkan semakin besarnya nilai yang diberikan Gen Z pada pengalaman autentik, keseimbangan antara pekerjaan dan liburan, serta pencarian makna di setiap perjalanan.
Pergeseran ini juga menjadi sinyal bagi industri pariwisata untuk menyesuaikan strategi, menawarkan paket dan destinasi yang tidak hanya populer, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dan keinginan generasi ini.***
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi kukuh larang study tour: Bukan bebani orang tua demi piknik
Gatep Lawas, surga tersembunyi di Buleleng dengan river tubing 625 meter: Petualangan seru di tengah alam asri Bali Utara
Lovina dan Medewi Festival siap gairahkan pariwisata Bali Barat Juli ini
Medewi Festival siap digelar 25-27 Juli 2025, surganya peselancar dan penikmat budaya di Bali
Bupati Subang tinjau Situ Kuta Jangkar, siap disulap jadi destinasi wisata unggulan
Festival Golo Koe 2025 siap digelar, Labuan Bajo suguhkan wisata religi inklusif bernuansa budaya
Bernama Agus atau lahir di bulan Agustus? Ini 4 tempat wisata yang gratiskan tiket masuk selama Agustus 2025