Wamenpar: Penguatan destinasi kunci pemerataan wisata Bali lewat paket 3B

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Kamis, 26 Juni 2025 | 20:37 WIB
Wamenpar RI Ni Luh Enik Ermawati alias Ni Luh Puspa saat menjawab pertanyaan wartawan di Buleleng, Minggu, 22 Juni 2025 (POS BALI/EDY)
Wamenpar RI Ni Luh Enik Ermawati alias Ni Luh Puspa saat menjawab pertanyaan wartawan di Buleleng, Minggu, 22 Juni 2025 (POS BALI/EDY)

GENMILENIAL.ID – Program Paket Wisata 3B yang meliputi Banyuwangi, Bali Barat (Jembrana), dan Bali Utara (Buleleng) mulai menunjukkan hasil positif.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, menyatakan penjualan paket ini telah mengalami peningkatan sebesar 5–10 persen sejak diluncurkan September 2024 lalu.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini tak cukup hanya dengan promosi.

Menurutnya, penguatan destinasi wisata di masing-masing wilayah menjadi faktor kunci untuk menciptakan pemerataan wisata di Bali, yang selama ini masih terkonsentrasi di wilayah selatan.

Baca Juga: Subang lepas AKBP Ariek: 443 Perkara tuntas, ratusan tersangka diamankan

“Kita harus lakukan penguatan destinasi wisata itu sendiri. Jadi di masing-masing wilayah itu, apa yang mau dijual, itu yang ditingkatkan,” ujar Wamenpar Ni Luh Puspa saat menghadiri Forum Penguatan Amenitas dan Aksesibilitas di Pantai Lovina, Buleleng, Minggu 22 Juni 2025.

Paket wisata 3B merupakan upaya strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mengurai kepadatan wisatawan di Bali Selatan dan mendistribusikan arus turis secara merata ke wilayah Bali lainnya serta Banyuwangi di Jawa Timur.

Ni Luh Puspa menekankan pentingnya membangun ekosistem pariwisata yang lengkap dan terintegrasi, termasuk aksesibilitas serta promosi berbasis data pasar.

Dalam program ini, pasar wisatawan asal China menjadi salah satu target utama.

Baca Juga: Wamenpar dorong kolaborasi 3B: Akselerasi pariwisata Bali Utara, Barat, dan Banyuwangi

“Kami sudah menjalin komunikasi dengan agen perjalanan di China. Harapannya, turis asal China bisa mendarat di Banyuwangi, lalu menikmati jalur wisata ke Bali Barat, Bali Utara, hingga Karangasem,” terangnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menghindari kembali terjadinya over tourism di Bali Selatan, seraya mendorong wilayah lain untuk berbenah dalam amenitas dan atraksi.

“Jangan ada kata over tourism lagi. Harus tersebar ke seluruh Bali, termasuk Banyuwangi,” tandasnya.

Program 3B kini masuk tahap penguatan pelaksanaan di lapangan, termasuk pengembangan transportasi laut, peningkatan kualitas atraksi lokal, dan perluasan kerja sama dengan stakeholder wisata.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X