Wamenpar berharap diskusi lintas stakeholder ini menghasilkan solusi konkret untuk memperkuat ekosistem wisata 3B, termasuk optimalisasi atraksi, amenitas, dan aksesibilitas, serta menjanjikan dukungan promosi lebih luas melalui keikutsertaan paket ini di berbagai travel mart dan travel market mendatang.
Kolaborasi untuk destinasi yang berkelanjutan
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pariwisata dengan Universitas Udayana dan Ikatan Alumni Universitas Udayana (IKAYANA) mengenai pengelolaan sampah terpadu untuk mendukung sektor pariwisata.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Udayana, mudah-mudahan kita bisa menciptakan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” tutur Ni Luh Puspa.
Hadir dalam acara
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan ini, antara lain Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Kadispar Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara, Kadisparbud Jembrana Anak Agung Komang Sapta Negara.
Baca Juga: KDM di Subang: Bangun karakter siswa, reformasi birokrasi jangan bergantung APBD
Kemudian Kadisbudpar Banyuwangi Taufik Rohman, Ketua IKAYANA Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, dan Wakil Rektor Universitas Udayana I Putu Gede Adiatma.
Turut mendampingi Wamenpar, antara lain Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Hariyanto, serta jajaran pejabat Kemenpar lainnya.***
Artikel Terkait
Di Desa Wisata Curug Ciangin, Pj Bupati Subang kagumi potensi pariwisata Subang yang melimpah
Mbok Yem dan sejarah legenda warung di Puncak Gunung Lawu yang ‘mahal’
Ramai usulan Kota Solo diusulkan jadi Daerah Istimewa, terbongkar inisiatornya
Rekomendasi 5 destinasi wisata bertema Buddha untuk libur Waisak 2025
Lembur Pakuan: Pesona kampung Gubernur Jawa Barat yang menyulap Subang jadi destinasi favorit
Batik ganasan diperkenalkan sebagai identitas Subang dalam kunjungan DWP Serang
Wamenpar: Quality tourism bukan soal jumlah kunjungan, tapi pengalaman unik dan dampak nyata ke masyarakat