Menpora Dito jawab kritik hadiah Rolex untuk Timnas: Prabowo tak pernah bedakan atlet

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 16 Juni 2025 | 18:30 WIB
Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes (kiri) dan Presiden RI, Prabowo Subianto (kanan) (Instagram/presidenrepublikindonesia)
Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes (kiri) dan Presiden RI, Prabowo Subianto (kanan) (Instagram/presidenrepublikindonesia)

GENMILENIAL.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menanggapi kritik publik terkait pemberian hadiah jam tangan mewah Rolex dari Presiden Prabowo Subianto kepada para pemain Timnas Indonesia.

Hadiah tersebut diberikan usai kemenangan Indonesia atas China dengan skor 1-0 pada 5 Juni 2025 lalu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), yang memastikan Garuda lolos ke Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Namun, sejumlah pihak menilai pemberian tersebut berlebihan dan terkesan pilih kasih, mengingat tidak semua atlet dari cabang olahraga (cabor) lain mendapatkan perlakuan serupa.

Baca Juga: Isu Qatar dan Saudi jadi tuan rumah Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, AFC diminta transparan

Menanggapi hal itu, Dito menegaskan bahwa Presiden Prabowo tidak pernah membeda-bedakan atlet dari berbagai cabang olahraga.

"Pastinya saya sudah sampaikan juga bahwa untuk sepak bola terutama ini memang masuk di Asa Cita Prabowo-Gibran," ujar Dito saat ditemui di Wisma Kemenpora, Jakarta, Jumat, 13 Juni 2025.

Ia menjelaskan bahwa prioritas pemerintahan saat ini memang difokuskan pada peningkatan prestasi di ajang besar seperti Asian Games, Olimpiade, dan Piala Dunia.

Dito juga mengungkapkan bahwa pemberian hadiah bukanlah hal baru bagi Prabowo.

Baca Juga: Presiden Prabowo terima telepon dari Donald Trump selama 15 menit, bahas ucapan selamat hingga perdamaian global

Saat masih menjabat Menteri Pertahanan di era Presiden Joko Widodo, Prabowo juga pernah memberikan hadiah pribadi kepada para atlet dan pelatih Indonesia yang tampil di Olimpiade Paris 2024.

"Saya menyaksikan sendiri secara mendadak Bapak Presiden waktu itu memberikan apresiasi kepada seluruh kontingen Olimpiade, baik atlet maupun pelatih, dari pribadi beliau," kenangnya.

Menurut Dito, pemberian apresiasi seperti ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap prestasi olahraga Indonesia dan bukan sesuatu yang perlu dipersoalkan secara berlebihan.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X