Kebanyakan orang tua memilih tinggal nyaman bersama anak-cucu di rumah saat usia senja. Namun tidak dengan Mbok Yem.
Ia justru memilih menetap di gunung, menyatu dengan alam, sambil melayani tamu-tamunya yang datang dari seluruh penjuru negeri. Ia hanya pulang sesekali, biasanya saat hari raya Idulfitri.
Kini, setelah puluhan tahun mengabdi di ketinggian, Mbok Yem akhirnya berpulang. Ia telah memutuskan untuk menghabiskan sisa usianya bersama keluarga sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.***
Artikel Terkait
Pesan menohok istri Fiersa Besari usai kabar wafat 2 pendaki Carstensz: Jangan bertanya gimana cerita kematian seseorang
Ciptakan kenangan paling manis, begini kisah persahabatan mendiang pendaki Lilie dan Elsa yang meninggal dunia bersamaan saat mendaki Puncak Carstensz
Keluarga pendaki gunung Elsa Laksono unggah foto terakhir mendiang di Puncak Carstensz Pyramid, janji akun medsosnya tetap aktif untuk berbagi kisah
Jasa pendamping diduga agar pendaki tidak nyasar di ladang ganja Semeru, BBTNBTS sebut untuk memberdayakan masyarakat
Mengenal Ricky Siahaan, gitaris Seringai yang baru saja meninggal dunia ini dikenal konsisten di jalur musik keras
Ikon legendaris Yogyakarta, Hamzah Sulaiman meninggal dunia, pemilik House of Raminten yang lestarikan budaya dari masa ke masa
Keluarga ungkap nasib warung di negeri awan selepas Mbok Yem meninggal dunia