seni

Pramoedya Ananta Toer, Sastrawan Indonesia yang dihilangkan dalam sejarah, berikut perjalanan hidupnya

Minggu, 29 Januari 2023 | 08:30 WIB
Pramoedya Ananta Toer (Instagram.com/@literasibuku)

Bagi para sastrawan Lekra karya yang dihasilkan bukan hanya sebatas khayalan (Imajinatif) seperti legenda dan mitos, namun bagaimana kebudayaan itu agar bisa lebih dekat dengan rakyat dan real mampu menangkap apa yang menjadi kebutuhan dan kegelisahan rakyat.

Dari kedua ideologi kebudayaan tersebut, yang bertahan dan tetap menunjukan eksistensinya yang juga turut aktif membantu dalam mengembangkan Orde Baru adalah para seniman yang tergabung dalam Manifes Kebudayaan (Manikebu).

Lekra yang sering dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) turut diberangus seiring semakin menguatnya rezim Orba saat itu dan juga seiring melemahnya kekuasaan Soekarno. 

Banyak para seniman yang tergabung dalam Lekra di penjara, termasuk Pramoedya, bahkan para seniman Lekra yang lainya tidak diketahui keberadaanya.

Baca Juga: Hindari berbagai penyebab penuaan dini dan bahan alami untuk mencegahnya

Kebudayaan adalah titik empuk untuk mempropagandakan politik praktis, baik sastrawan Lekra ataupun Manifes Kebudayaan (Manikebu) keduanya bukan soal ideologi tapi juga ikut bertarung dalam mempertahankan politik kekuasaan agar tetap dapat menunjukan eksistensinya.

Dan pada akhirnya, kita tau siapa yang bertahan dan siapa yang dihilangkan dalam sejarah, termasuk ketidakadilan apa yang dialami oleh Pramoedya Ananta Toer, hampir sebagian besar hidupnya menjadi tahanan politik Orde Baru dan pelarangan karya-karyanya.

Masa-masa sulit dan ketidakadilan yang dialami oleh Pramoedya, berbuah hasil saat iklim demokrasi dan kebebasan bisa dinikmati oleh negeri ini, kekuasaan diktator orde baru akhirnya tumbang dengan gerakan reformasi yang dilakukan oleh mahasiswa pada tahun 1998.

Karya-karya Pramoedya pun bisa dinikmati, bukan hanya di dalam negeri tapi juga ke berbagai negara di penjuru dunia, para mahasiswa di Malaysia, Australia, Amerika Serikat, Belanda, Korea Selatan, dan beberapa negara lain saat ini mulai akrab dengan karya-karyanya.

Halaman:

Tags

Terkini