Baca Juga: Bupati Subang hadiri Rakor eksklusif bersama Gubernur Dedi Mulyadi: Apa yang dibahas?
Tak hanya Soekarno, banyak tokoh besar Indonesia lainnya pernah belajar, berdiskusi, bahkan tinggal di rumah Tjokroaminoto.
Ia bukan hanya mengajarkan strategi politik, tetapi juga membentuk karakter dan mentalitas pemimpin masa depan.
Ia sering mengingatkan murid-muridnya dengan kalimat sederhana tapi tajam:
"Jika kalian ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator."
Pemikiran yang mendahului zamannya
Dalam setiap pidato dan tulisannya, Tjokroaminoto membela gagasan tentang kemerdekaan, keadilan sosial, dan pendidikan untuk semua.
Ia melihat bahwa penjajahan bukan hanya soal kekuasaan politik, tapi juga penjajahan pikiran.
Karena itu, membangun kesadaran rakyat melalui pendidikan menjadi misi besarnya.
Ia menolak segala bentuk diskriminasi, baik ras, agama, maupun status sosial.
Pandangan ini membuat Sarekat Islam di masanya menjadi gerakan rakyat yang begitu masif dan kuat.
Warisan yang tak pernah padam
HOS Tjokroaminoto meninggal dunia pada 17 Desember 1934. Ia tak sempat melihat bendera Merah Putih dikibarkan.