Keberanian bersuara melawan ketidakadilan meskipun menghadapi tekanan.
Kejujuran intelektual tanpa tunduk pada kepentingan pragmatis sesaat.
Mahasiswa di era ini juga dihadapkan pada dilema: tetap menjadi kekuatan moral atau menjadi 'penonton' perubahan.
Inspirasi dari perjalanan Gie
Perjalanan hidup Gie mengajarkan bahwa perubahan tidak lahir dari kemewahan.
Ia menulis, turun ke jalan, mendaki gunung, berdiskusi — semua dilakukan dengan semangat sederhana, jauh dari pencitraan.
"Hanya dengan idealisme, kesabaran, dan kerja keras, kita bisa mengubah dunia," begitu kira-kira semangat yang tercermin dalam catatan harian Gie.
Gie juga mengingatkan bahwa perubahan sejati adalah kerja panjang dan sering kali sepi dari tepuk tangan.
Ia tidak percaya pada perubahan instan. Ia percaya pada pendidikan akal sehat, keberanian moral, dan ketekunan.
Menyalakan kembali api Soe Hok Gie
Mengenang Soe Hok Gie bukan hanya soal membaca kembali puisinya atau mengagumi keberaniannya. Ini soal bertanya pada diri sendiri:
Apakah kita masih berani bersikap kritis?
Apakah kita masih jujur terhadap nurani kita sendiri?