GENMILENIAL.ID - Menghampiri senja di daerah Klaten, Jawa Tengah, berdiri megah kompleks candi yang menakjubkan, menembus awan dengan kemegahan arsitekturalnya.
Candi Prambanan, begitu disebut, adalah perwujudan keindahan seni Hindu-Jawa yang masih memikat para pengunjung hingga kini.
Di balik keindahannya yang memukau, tersimpan cerita panjang tentang sejarahnya yang kaya akan kebudayaan dan spiritualitas.
Candi Prambanan dibangun pada abad ke-9 Masehi di bawah pemerintahan Wangsa Sanjaya. Konon, pembangunannya dimulai atas perintah Rakai Pikatan, raja Kerajaan Mataram Kuno.
Baca Juga: Menelusuri keindahan bersejarah di Candi Prambanan
Dengan megahnya, kompleks candi ini awalnya didedikasikan untuk Trimurti Hindu, yaitu Brahma, Wisnu, dan Siwa, masing-masing diwakili oleh candi utama.
Tak hanya itu, kompleks ini juga dihiasi oleh relief-relief indah yang menggambarkan kisah epik dalam mitologi Hindu.
Namun, kejayaan Candi Prambanan tak luput dari tantangan zaman. Seiring berjalannya waktu, kompleks ini mengalami keruntuhan, baik karena bencana alam maupun akibat perubahan politik dan sosial.
Salah satu kejadian dramatis terjadi pada abad ke-10 Masehi ketika keruntuhan Kerajaan Mataram Kuno akibat serbuan dari Kerajaan Sriwijaya.
Baca Juga: Hari Daur Ulang Sedunia, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah
Hilangnya kejayaan itu meninggalkan Candi Prambanan terbengkalai dalam keadaan yang memprihatinkan.
Pepohonan merambat dan reruntuhan batu menjadi saksi bisu dari masa lalu yang gemilang. Namun, keajaiban arsitektur ini tak luput dari perhatian para ahli dan peneliti arkeologi.
Pada awal abad ke-18, seorang ahli Belanda, Colin Mackenzie, mengadakan penelitian dan pemugaran terhadap kompleks candi ini.
Upaya pemugaran yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda kemudian diikuti oleh pemerintah Indonesia setelah kemerdekaan pada tahun 1945.
Artikel Terkait
Zaman Peralihan, merenung karya Soe Hok Gie dalam gelombang perubahan
Sinopsis buku 'Di Bawah Lentera Merah' karya Soe Hok Gie
Catat! ini 10 tips membuat sinopsis buku menarik perhatian pembaca
Merayakan kekayaan kata-kata dan imajinasi pada Hari Sastra Sedunia
Perjalanan Sastra Indonesia, dari dulu hingga kini, seperti apa?
Diharapkan berikan sentuhan bagi kemajuan NU, Raja LAK Galuh Pakuan didaulat sebagai dewan penasehat PCNU Subang
Sejarah dan makna supersemar, kisah di balik tanggal 11 maret