sains

Kementerian PU tegaskan bendungan Ciawi dan Sukamahi efektif reduksi banjir Jakarta hingga 27 persen

Jumat, 19 Desember 2025 | 19:28 WIB
Kementerian PU menyatakan Bendungan Ciawi dan Sukamahi memiliki kontribusi besar dalam mengurangi risiko banjir di Jakarta (Dok. Kementerian PU)

Baca Juga: Viral video kepala BGN main golf di tengah bencana Sumatera, Dadan Hindayana beri klarifikasi

“Sedangkan di Bendungan Ciawi, air yang masuk berkurang menjadi 211,41 meter kubik per detik. Kalau tidak ada bendungan ini, air terbawa sebanyak 267,17 meter kubik per detik,” paparnya.

Sementara itu, Bendungan Sukamahi mampu menurunkan debit air dari 7,1 meter kubik per detik menjadi 6,6 meter kubik per detik.

“Kalau tidak ada Bendungan Sukamahi, maka akan terkeluar di Sungai Ciliwung sebanyak 7,1 meter kubik per detik. Tapi dengan adanya Bendungan Sukamahi, yang keluar hanya 6,6 meter kubik per detik,” terang David.

Baca Juga: Ferry Irwandi ungkap fakta lapangan pascabencana Sumatera, salurkan donasi Rp10 miliar untuk korban

Bendungan kering dengan karakteristik khusus

David juga menegaskan bahwa Bendungan Ciawi dan Sukamahi memiliki karakteristik yang berbeda dengan bendungan konvensional di Indonesia.

Keduanya merupakan bendungan kering (dry dam) yang dirancang khusus untuk pengendalian banjir.

“Jadi ini fungsi bendungan kering. Bukan berarti tidak berfungsi, tetapi memang sifat bendungan kering seperti itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, air akan tertampung dalam jumlah besar ketika debit yang masuk melebihi kapasitas pintu air, lalu dilepaskan secara terkendali agar tidak menimbulkan lonjakan aliran di hilir.

Baca Juga: Festival Galuh Pakuan Cup IX tarik ribuan peserta, jadi magnet ekonomi budaya Subang

Sebagai informasi, Bendungan Ciawi memiliki kapasitas tampung 6,05 juta meter kubik dengan luas genangan 39,4 hektare.

Sementara Bendungan Sukamahi memiliki kapasitas tampung 1,68 juta meter kubik dengan luas genangan 10,02 hektare.

Dengan kapasitas dan fungsi tersebut, kedua bendungan dinilai semakin memperkuat sistem pengendalian banjir Jakarta dari arah hulu Sungai Ciliwung.***

Halaman:

Tags

Terkini