sains

Status Semeru naik ke Level IV Awas: Awan panas beruntun, guguran lava kian intens

Rabu, 19 November 2025 | 21:42 WIB
Tangkapan layar aktivitas erupsi berupa awan panas Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu, 19 November 2025 (Dok. Magma ESDM)
  • Dilarang beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah.
  • Larangan total di sektor tenggara Besuk Kobokan hingga 20 km dari puncak.
  • Warga di luar zona itu tetap diminta tidak mendekati sempadan sungai 500 meter, karena potensi lahar jika hujan turun.

Cuaca buruk perburuk ancaman

Kabut dan hujan yang sering menutup Semeru membuat jarak luncur awan panas sulit dipantau.

Baca Juga: Dana transfer dipangkas Rp361 miliar, Subang tetap genjot pembangunan jalan di RAPBD 2026

Potensi lontaran batu pijar, awan panas guguran, hingga lahar hujan masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

PVMBG, BPBD, dan pemerintah daerah mengimbau warga tetap memantau informasi resmi dan mempersiapkan langkah evakuasi jika kondisi berubah.

“Masyarakat, pengunjung, wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 20 km dari puncak,” tegas Gentur.

Kawasan sekitar Semeru, terutama desa-desa yang berada di jalur aliran, kembali diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat rekam jejak erupsi besar beberapa tahun terakhir.***

 

Halaman:

Tags

Terkini