Investor asing Martyn Terpilowski menyoroti tantangan terbesar AI di Indonesia: regulasi yang lamban dan kurang ramah investasi.
Ia membandingkan Indonesia dengan Vietnam yang kini menjadi magnet bagi perusahaan teknologi dunia seperti Intel.
“Jika kita ingin menjadi pemain besar di sektor AI, maka pemerintah harus memberi jaminan dan kemudahan berusaha. Dunia usaha butuh kepastian untuk bertahan lintas generasi,” ucapnya.
Bandung, titik temu inovasi
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin Affandi, menyambut baik gelaran ini dan berharap Bandung bisa menjadi titik temu inovasi digital yang berpihak pada kemanusiaan.
“Kami percaya, solusi terbaik lahir dari partisipasi masyarakat. AI harus menjadi alat, bukan ancaman," ucapnya.
CITCOM CONNEXT 2025 menjadi semacam refleksi nasional: Indonesia siap melompat ke era AI, tetapi lompatan itu butuh arah yang jelas, sinergi kuat, dan keberanian untuk menjaga kedaulatan data serta keseimbangan nilai-nilai kemanusiaan.***
Artikel Terkait
Manusia vs teknologi, Wamen Dikti Stella Christie imbau masyarakat pandai manfaatkan AI agar ‘tidak kalah telak’
Pengguna medsos di AS kini migrasi ke RedNote usai pemblokiran TikTok, begini beda cara posting warganet China vs Negeri Paman Sam
Sederet reaksi CEO tekno AS soal guncangan DeepSeek buatan China di pasar global: Ada Mark Zuckerberg hingga Jensen Huang
DeepSeek vs ChatGPT, ini plus minus AI asal China versus AS yang bersaing ketat di dunia kecerdasan buatan
Bill Gates ungkap tanda-tanda kiamat sudah terlihat, singgung tentang Indonesia, ada apa?
OpenAI terancam berurusan dengan hukum, Ghibli bisa gunakan undang-undang hak cipta AS karena pendirinya tak terima
Viral di Indonesia, ternyata pemilik Studio Ghibli merasa terhina dengan tren di ChatGPT