Demi cegah banjir, Pemprov Jakarta lakukan modifikasi cuaca, bagaimana prosesnya?

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 31 Januari 2025 | 06:56 WIB
Ilustrasi banjir yang bisa dicegah dengan melakukan modifikasi cuaca begini caranya (Freepik/Kireyonok_Yuliya)
Ilustrasi banjir yang bisa dicegah dengan melakukan modifikasi cuaca begini caranya (Freepik/Kireyonok_Yuliya)

Edvin Aldrian, peneliti bidang iklim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menjelaskan bagaimana proses modifikasi cuaca dilakukan untuk menciptakan hujan buatan di wilayah Jabodetabek.

"Tujuan hujan buatan adalah memperbesar engine awan agar tumbuh ke atas dengan menambah Cloud Condensation Nuclei (CCN) dan agar tumbuh ke bawah dengan menambah garam (NaCl atau natrium klorida), sehingga hujan turun lebih banyak," terangnya Edvin pada 2023 silam.

Edvin menjelaskan bahwa pesawat atau helikopter digunakan untuk membawa kedua zat tersebut ke dalam awan, lalu menaburkannya. 

Proses ini akan memicu kondensasi sehingga awan bertambah besar dan mengandung lebih banyak uap air. Akhirnya, hujan akan turun di lokasi yang telah ditentukan.

Baca Juga: Diduga disiksa dan disuruh tidur di kandang ayam, bocah 10 tahun di Nias kabur dan lapor ke warga

Meski demikian, keberhasilan modifikasi cuaca sangat bergantung pada kondisi awan di atmosfer. 

Perhitungan yang tepat diperlukan untuk memastikan modifikasi cuaca dapat berjalan dengan efektif. 

Jika kondisi awan mendukung, hujan buatan bisa turun dalam waktu sekitar 30 menit setelah penyemaian.

"Hujan buatan ini juga dapat membantu mengurangi polusi udara," tambah Edvin.

Baca Juga: Bagaimana polisi bisa menemukan potongan jasad korban mutilasi Uswatun Khasanah di 3 kota berbeda?

Tetesan air hujan dapat meluruhkan partikel polutan yang ada di atmosfer. 

Meskipun hujan alami lebih efektif dalam membersihkan udara, di tengah musim kemarau, hujan buatan menjadi alternatif yang dapat membantu mengurangi tingkat polusi di Jabodetabek.

"Hujan buatan bisa dilakukan berkali-kali, tergantung dari situasi meteorologisnya. Diperlukan kerja sama dengan BMKG serta perhitungan yang tepat," tutupnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X