Edvin Aldrian, peneliti bidang iklim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menjelaskan bagaimana proses modifikasi cuaca dilakukan untuk menciptakan hujan buatan di wilayah Jabodetabek.
"Tujuan hujan buatan adalah memperbesar engine awan agar tumbuh ke atas dengan menambah Cloud Condensation Nuclei (CCN) dan agar tumbuh ke bawah dengan menambah garam (NaCl atau natrium klorida), sehingga hujan turun lebih banyak," terangnya Edvin pada 2023 silam.
Edvin menjelaskan bahwa pesawat atau helikopter digunakan untuk membawa kedua zat tersebut ke dalam awan, lalu menaburkannya.
Proses ini akan memicu kondensasi sehingga awan bertambah besar dan mengandung lebih banyak uap air. Akhirnya, hujan akan turun di lokasi yang telah ditentukan.
Baca Juga: Diduga disiksa dan disuruh tidur di kandang ayam, bocah 10 tahun di Nias kabur dan lapor ke warga
Meski demikian, keberhasilan modifikasi cuaca sangat bergantung pada kondisi awan di atmosfer.
Perhitungan yang tepat diperlukan untuk memastikan modifikasi cuaca dapat berjalan dengan efektif.
Jika kondisi awan mendukung, hujan buatan bisa turun dalam waktu sekitar 30 menit setelah penyemaian.
"Hujan buatan ini juga dapat membantu mengurangi polusi udara," tambah Edvin.
Baca Juga: Bagaimana polisi bisa menemukan potongan jasad korban mutilasi Uswatun Khasanah di 3 kota berbeda?
Tetesan air hujan dapat meluruhkan partikel polutan yang ada di atmosfer.
Meskipun hujan alami lebih efektif dalam membersihkan udara, di tengah musim kemarau, hujan buatan menjadi alternatif yang dapat membantu mengurangi tingkat polusi di Jabodetabek.
"Hujan buatan bisa dilakukan berkali-kali, tergantung dari situasi meteorologisnya. Diperlukan kerja sama dengan BMKG serta perhitungan yang tepat," tutupnya.***
Artikel Terkait
Menyelami problem Gen Z yang sulit dapat kerja: Cawagub DKI Jakarta saling adu solusi soal atasi pengangguran di Jakarta
Beda pandangan soal banjir? intip 3 rencana baru tiga paslon DKI Jakarta di Pilkada 2024
UMP 2025 akhirnya dibahas Menaker ke Prabowo, ini soal detail besaran Upah Minimum Provinsi hingga DKI yang dipastikan naik!
Pramono-Doel menang satu putaran? ini 4 alasan pesaing RK-Suswono berani selebrasi kemenangan di Pilgub DKI Jakarta 2024
4 Fakta terbaru soal gugatan Ridwan Kamil usai laporkan KPU DKI Jakarta ke DKPP gegara partisipasi rendah di Pilkada 2024
Soroti proyek tanggul sepanjang 39 km, Pemprov DKI Jakarta keluhkan infrastruktur yang belum rampung sejak tahun 2014!
3 Kisah unik Rano Karno, Wagub DKI Jakarta yang melekat di hati warga sebagai ‘Si Doel’ dengan kehidupan bersahaja semasa kecil