Tantangan besar John Herdman di Timnas Indonesia: Misi akhiri puasa gelar 30 tahun di Piala AFF 2026

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 17 Januari 2026 | 15:41 WIB
Menyoroti ajang Piala AFF 2026 yang akan dihadapi Timnas Indonesia di era kepelatihan baru bersama John Herdman (YouTube.com/BungRopan - PSSI)
Menyoroti ajang Piala AFF 2026 yang akan dihadapi Timnas Indonesia di era kepelatihan baru bersama John Herdman (YouTube.com/BungRopan - PSSI)

Pengamat sepak bola nasional, Bung Ropan, menilai bahwa Piala AFF adalah target realistis yang harus segera dituntaskan oleh Herdman.

“Sudah 30 tahun kita tidak pernah juara, hanya enam kali masuk final. Jadi Piala AFF 2026 ini memang yang dibidik,” ujar Ropan dalam kanal YouTube miliknya, Kamis, 15 Januari 2026.

Baca Juga: Ayah Syafiq Ali janji tetap menyayangi Himawan, sahabat pendakian anaknya di Gunung Slamet

Menurutnya, meskipun kerap dianggap turnamen kelas regional, Piala AFF tetap memiliki nilai prestise tinggi bagi negara-negara Asia Tenggara.

“Orang boleh bilang ini piala kecil, tapi bagi Asia Tenggara, ini kebanggaan. Kita harus bisa juara,” tegasnya.

Ropan juga menyinggung kegagalan para pelatih sebelumnya, termasuk Shin Tae-yong, yang belum mampu membawa Indonesia meraih gelar meski memimpin cukup lama.

“Nah sekarang John Herdman, ini tantangan pertamanya. Apakah dia bisa memutus rantai kegagalan itu?” tambahnya.

Baca Juga: Hidup di bawah ancaman erupsi Semeru, warga Lumajang curhat ketakutan hingga usul gunung dipindahkan

Drawing dianggap menguntungkan, tekanan kian besar

Sementara itu, pengamat sepak bola lainnya, Bung Harpa, menilai hasil drawing justru membuat peluang Indonesia semakin terbuka.

“Timnas Indonesia terbebas dari grup neraka. Harusnya kita bisa mengunci gelar juara AFF,” kata Harpa.

Ia menilai, dengan komposisi grup saat ini, tak ada alasan bagi Timnas Indonesia untuk gagal melangkah jauh.

“Siapa pun pelatihnya, termasuk sekarang John Herdman, sebaiknya memang juara. Tidak ada alasan,” tegasnya.

Baca Juga: Mahfud MD tegaskan candaan Pandji soal Gibran ngantuk bukan penghinaan, ingatkan hukum pidana tak kenal analogi

Meski demikian, Harpa mengingatkan publik agar tetap realistis dan memberi ruang bagi proses pembangunan tim.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X