news

Pakai bahasa Jawa, anggota parlemen Malaysia kirim pesan soal karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:21 WIB
Anggota Parlemen Malaysia dari Sabak Bernam, Kalam Salan, menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto menggunakan bahasa Jawa saat membahas kabut asap (YouTube Parlemen Malaysia)

GENMILENIAL.ID – Anggota Parlemen Malaysia, Kalam Salan, menarik perhatian saat menggunakan bahasa Jawa untuk menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai kabut asap lintas negara dalam sidang Dewan Rakyat, Rabu 21 Oktober 2026

Politikus dari daerah pemilihan Sabak Bernam itu meminta Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang kali memicu kabut asap hingga berdampak ke Malaysia.

Pesan tersebut disampaikan Kalam saat membahas Rancangan Undang-Undang Perbekalan atau anggaran Malaysia 2027 di parlemen.

Baca Juga: 12 Pekerja Di-PHK, SPN Subang bongkar dugaan intimidasi pengurus serikat di VinFast

Ia menyoroti persoalan kabut asap yang dinilai tidak boleh terus berulang setiap tahun karena dampaknya dirasakan masyarakat di kedua negara.

Kalam Salan sampaikan pesan ke Prabowo pakai bahasa Jawa

Dalam penyampaiannya, Kalam secara langsung menyapa Prabowo menggunakan bahasa Jawa. Ia meminta pemerintah Indonesia segera mengambil langkah untuk menangani kebakaran hutan yang menjadi persoalan lintas negara.

“Pak Prabowo… Tulung masalah iki enggal ditangani, kobongan alas kudu dipateni, ojo meneh-meneh nganti saben tahun-tahun Malaysia-Indonesia padha nandhang susah merga asap,” kata Kalam Salan dalam sidang Dewan Rakyat Malaysia, Rabu 21 Oktober 2026.

Baca Juga: Prabowo sebut karhutla sebagai terorisme lingkungan, membahayakan kesehatan rakyat hingga siap cabut izin perusahaan

Dalam terjemahan bahasa Indonesia, Kalam meminta Prabowo segera menangani persoalan tersebut.

“Pak Prabowo, tolong masalah ini segera ditangani, kebakaran hutan harus dipadamkan, jangan sampai setiap tahun Malaysia dan Indonesia terus menderita karena kabut asap,” ujar Kalam dalam terjemahan pesannya.

Kalam juga menyindir anggapan bahwa hutan Indonesia selama ini memasok oksigen bagi Malaysia, sementara kabut asap justru mengganggu kehidupan masyarakat negara tetangga.

“Lah alas Malaysia kui opo? Opo yo plastik? Ra iso ngasilke oksigen?” kata Kalam.

Baca Juga: Polri tetapkan 11 korporasi tersangka karhutla, ada 3 perusahaan asing

Halaman:

Tags

Terkini