“Ada kemungkinan memang pada saat kondisinya panas sekali, mungkin dia juga dalam kondisi agak kurang sadar penuh meminum air sepertinya sebagian masuk ke dalam paru-parunya. Sehingga akhirnya membuat dia menjadi sulit bernapas,” kata Ahmad.
Pernyataan tersebut disampaikan berdasarkan informasi yang diterima penyelenggara. Kepastian mengenai penyebab meninggalnya Dody tidak dapat ditetapkan hanya dari dugaan tersebut.
Lolos kuesioner kesehatan dan aktif berolahraga
Ahmad juga menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sebelum mengikuti kegiatan, Dody tidak memiliki riwayat penyakit tertentu.
Ia diketahui aktif berolahraga voli sebelum mengikuti ITB Ultra Marathon 2026.
“Sementara dari hasil pemeriksaan sebelum mengikuti ajang ini, almarhum tidak memiliki riwayat sakit tertentu dan aktif berolahraga voli,” imbuhnya.
Baca Juga: Polsek Subang sambangi sekolah, 700 pelajar diedukasi soal disiplin hingga tawuran
Panitia, lanjut Ahmad, menerapkan kuesioner kesehatan sebagai salah satu persyaratan peserta. Peserta yang tidak mengisi kuesioner tersebut tidak diperbolehkan melanjutkan proses keikutsertaan.
“Kalau tidak mengisi kuesioner kesehatan, tidak kami izinkan buat lanjut. Beliau mengisi dan statusnya hijau,” lanjutnya.
Keterangan itu menunjukkan bahwa Dody telah melewati tahapan pengisian kuesioner kesehatan yang ditetapkan penyelenggara.
Meski demikian, tidak adanya riwayat penyakit yang diketahui bukan berarti seseorang sepenuhnya terbebas dari risiko gangguan kesehatan ketika melakukan aktivitas fisik berat.
Baca Juga: Gandeng Ostrich Mini Zoo, PERPANI Subang bidik panahan jadi penggerak ekonomi
Panitia sampaikan belasungkawa
Pihak penyelenggara ITB Ultra Marathon 2026 menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Dody. Ketua Panitia ITB Ultra Marathon 2026, Aleks Suhanto, menyampaikan duka cita kepada keluarga yang ditinggalkan.