news

Kerusuhan Prancis meluas, 1.200 orang ditangkap dan 150 polisi terluka, apa penyebabnya?

Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:51 WIB
Patung Marianne dipenuhi demonstran di tengah aksi protes di Prancis (Threads/@rizalhakimm_punyer)

Kerusuhan tidak hanya terjadi di Paris, tetapi juga dilaporkan di sejumlah kota lain, termasuk Lyon, Marseille, dan Bordeaux.

Menurut laporan media lokal seperti Le Monde, bentrokan terjadi di beberapa titik selama rangkaian demonstrasi berlangsung.

Baca Juga: Demo di Prancis memanas, Balai Kota dibakar massa protes

Di sejumlah lokasi, aparat menggunakan gas air mata untuk membubarkan kelompok yang melempar benda ke arah petugas.

Perusakan fasilitas umum dan penjarahan toko juga dilaporkan terjadi di tengah situasi yang memanas.

Dampak kerusuhan turut dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi demonstrasi.

Kerusakan fasilitas publik serta toko menambah persoalan keamanan di tengah aksi yang membawa beragam tuntutan sosial.

Baca Juga: Subang jadi tuan rumah perdana Kejurda LOBB Jabar, 25 daerah bersaing rebut tiket Kejurnas

Meski demikian, tidak seluruh demonstrasi berlangsung ricuh. Sebagian peserta tetap menyampaikan aspirasi secara damai, sementara bentrokan dilaporkan terjadi di lokasi tertentu.

Perdana Menteri Prancis kecam kekerasan

Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu mengecam tindakan perusakan dan penjarahan yang terjadi selama demonstrasi.

Ia menegaskan bahwa penyampaian aspirasi secara damai harus dibedakan dari tindakan kekerasan.

“Demonstrasi damai memiliki tempat yang semestinya di republik kita. Pembakaran, penjarahan, dan serangan sama sekali tidak memiliki tempat,” ujar Lecornu, dikutip dari media Prancis.

Baca Juga: Dua OTT KPK dalam sepekan, dana bencana dan dugaan suap BPK jadi sorotan

Pernyataan tersebut menegaskan sikap pemerintah terhadap tindakan yang mengganggu keamanan dan merusak fasilitas umum selama aksi berlangsung.

Halaman:

Tags

Terkini