Baca Juga: Wayan Koster bentak pegawai SPBU, petugas dipaksa kerja non stop?
BMKG menggunakan teknologi penginderaan jauh untuk memantau kemunculan titik panas.
Informasi ini dapat menjadi petunjuk awal bagi instansi terkait untuk menentukan wilayah yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
Namun, titik panas merupakan indikasi yang perlu diverifikasi, bukan bukti pasti bahwa kebakaran telah terjadi.
Pemeriksaan kondisi di lapangan dibutuhkan untuk mengetahui apakah titik yang terdeteksi berkaitan dengan kebakaran atau sumber panas lainnya.
Baca Juga: Petaka antrean BBM di Bali: Mobil Chery hantam puluhan motor, polisi bergerak usut tuntas
Sebaran asap masih terpantau di sejumlah wilayah
Selain memantau titik panas, BMKG melaporkan keberadaan asap di sebagian besar wilayah Sumatra dan Kalimantan, Sulawesi bagian tengah hingga selatan, Kepulauan Maluku, serta sebagian besar Papua.
Asap di wilayah-wilayah tersebut dilaporkan bergerak ke arah barat laut hingga timur laut.
Informasi mengenai sebaran asap menjadi bagian penting dalam pemantauan kondisi atmosfer, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan terdampak.
Keberadaan asap perlu diperhatikan karena dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari, khususnya apabila konsentrasinya meningkat.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi pemerintah terkait.
Pemantauan sebaran asap juga membantu memberikan gambaran mengenai kondisi atmosfer di berbagai wilayah.
Meski demikian, arah pergerakan asap dan kondisi udara dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca serta sumber asap yang terdeteksi.