Baca Juga: Indonesia juara ASEAN Cup, evolusi taktik John Herdman disorot
Chef Kumink soroti rantai dingin
Chef Kumink mengatakan bahan pangan sumber protein seperti ayam dan ikan seharusnya berada dalam kondisi beku atau setengah beku berdasarkan aturan Badan Gizi Nasional (BGN) yang ia rujuk.
Menurutnya, bahan tersebut semestinya ditempatkan dalam boks styrofoam atau boks dengan es batu. Kendaraan pengangkut juga seharusnya dalam kondisi tertutup.
“Harusnya beku, jadi dimasukin boks styrofoam atau boks yang ada es batunya dan mobilnya yang tertutup. Iya itu ditutup terpal sih tapi yaudah dan sama abangnya ditaruh di lantai,” sambungnya.
Ia menilai durasi perjalanan menjadi hal penting yang perlu diperhatikan karena kondisi bahan pangan dapat berubah apabila tidak berada dalam suhu yang sesuai.
“Dari terang ketemu gelap, udah berapa jam tuh? Bayangin. Ini ayam misal 3 jam, itu udah berkembang bakteri banyak,” jelasnya.
Disebut berisiko jika terjadi kontaminasi
Chef Kumink juga menyinggung kemungkinan kontaminasi pada bahan pangan selama proses pengiriman.
Ia mengatakan ayam yang berada dalam kondisi tersebut berpotensi mengalami kontaminasi.
Baca Juga: Buntut klaster mewah Lapas Cibinong, Kalapas dipecat dan 16 ASN disanksi
Menurutnya, pencucian dengan air yang kualitasnya tidak baik juga dapat menjadi salah satu sumber masuknya bakteri, termasuk E. coli.
“Pasti ayamnya juga dicuci, kalau airnya kurang bagus, itu ada bakteri E.coli, tercemar, dan ini yang bisa bikin orang sakit perut,” ujarnya.
Selain itu, Chef Kumink menyebut kontaminasi silang dapat memunculkan toksin yang menurutnya tetap berpotensi menyebabkan keracunan meskipun bahan pangan tersebut kemudian dimasak.