Baca Juga: Kapolsek Subang ingatkan siswa SMAN 3 soal disiplin dan bahaya kenakalan remaja
“Puluhan tahun tinggal di sini, tahun ini the best worst ever. Ini bukan Genting, ini Palembang. Bukan dingin tapi panas, tolong bapak-bapak yang terhormat, cepat atasi kabut asap ini,” sambungnya.
Warga soroti penanganan pemerintah
Keluhan warga tidak hanya berkaitan dengan kondisi udara dan kesehatan. Penanganan pemerintah setempat juga menjadi perhatian karena kabut asap masih dirasakan di wilayah kota.
Akun @rez*******a melalui unggahannya pada Minggu, 4 Oktober 2026, meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk menangani kondisi tersebut.
Baca Juga: Viral video diduga pesta narkoba di Rutan Depok, ini langkah yang dilakukan pihak rutan
“Pak Herman Deru, ini asap lho pak. Tebal pak, bayangkan kalau masyarakat setiap hari menghirup asap ini tapi sampai sekarang belum ada penanganan dan upaya nyata untuk menghilangkan asap ini. Ayo disegerakan, jangan sampai paru-paru jadi taruhan,” tulisnya.
Keluhan tersebut muncul di tengah meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Palembang.
Kasus ISPA tembus 17.434 pada September
Kasus ISPA di Kota Palembang tercatat mencapai 17.434 kasus pada September 2026. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
Baca Juga: Gempa Sumba Barat Daya NTT bikin 20 rumah rusak, warga sempat berhamburan menyelamatkan diri
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan angka tersebut kepada wartawan pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
“September ini kasus ISPA 17.434 kasus, ini menjadi yang terparah dibandingkan bulan Agustus lalu,” ujar Ratu Dewa.
Jumlah kasus pada September meningkat 16,07 persen dibandingkan Agustus. Pada bulan sebelumnya, tercatat sebanyak 15.020 kasus ISPA.
Artinya, terdapat tambahan 2.414 kasus pada September 2026. Kenaikan kasus tersebut terjadi ketika warga Palembang masih menghadapi kabut asap yang dikeluhkan semakin pekat.