GENMILENIAL.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Palembang, Sumatera Selatan.
Kondisi tersebut memicu keluhan warga, mulai dari udara yang sulit dihirup hingga gangguan kesehatan yang dirasakan dalam beberapa bulan terakhir.
Keluhan warga mengenai kabut asap juga ramai disampaikan melalui media sosial.
Sejumlah warga menggambarkan kondisi udara di Palembang yang semakin buruk dan mengeluhkan penanganan dari pemerintah daerah.
Baca Juga: 27 Pejabat Polri dilantik, 23 Pati naik pangkat, Kapolda Metro menyusul
Salah satu warga melalui akun Threads @hsbllhfrmnsyh menyebut kondisi Palembang pada Senin, 5 Oktober 2026, sudah masuk tahap mengkhawatirkan.
“Palembang darurat asap, tidak ada lagi udara segar yang bisa dihirup, anak-anak sudah mulai sakit. Kondisi Palembang pagi ini, Senin, 5 Oktober 2026,” tulis akun tersebut.
Dalam unggahannya, ia turut membagikan suasana kota yang diselimuti kabut asap. Kendaraan yang melintas bahkan harus menyalakan lampu saat berkendara.
Warga keluhkan asap yang tak kunjung hilang
Keluhan lain datang dari warga yang mengaku telah berbulan-bulan menghirup asap. Kondisi tersebut disebut semakin memburuk dan mulai berdampak terhadap kesehatan.
Baca Juga: Anies sambangi rumah Mahfud di Jogja, satu hal ini bikin pertemuan mereka penuh kenangan
Salah satu pengguna Threads mengaku sudah memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter dan mengonsumsi obat. Namun, keluhan yang dirasakan belum membaik selama kabut asap masih menyelimuti kota.
“Belum pernah bersuara di Threads, tapi ini sudah keterlaluan sih. Hampir 3 bulan kami di kota ini hirup asap, bukan membaik tapi makin parah, gimana kabar paru-paru? Udah ke dokter, makan obat pun udah, muak banget. Masih batuk, napa sesak, kepala sakit, kalau kualitas udara masih seperti ini,” ungkap akun @cin********a pada Senin, 5 Oktober 2026.
Warga tersebut juga membandingkan kondisi kabut asap yang terjadi tahun ini dengan pengalaman tinggal di Palembang selama puluhan tahun.