news

Respons Menteri Imipas soal dugaan napi yang sembunyi saat sidak kamar mewah di Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 16:47 WIB
Menyoroti fakta terkini ihwal temuan dugaan kamar mewah di Lapas Cibinong, Bogor hingga identitas penghuni kluster (Dok. Ombudsman RI)

GENMILENIAL.ID – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto merespons dugaan adanya narapidana atau warga binaan yang bersembunyi saat Ombudsman RI melakukan inspeksi mendadak atau sidak di klaster hunian yang disebut memiliki fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor.

Dugaan tersebut mencuat setelah tim Ombudsman mendatangi salah satu hunian dalam klaster tersebut.

Berdasarkan keterangan Ombudsman, seorang penghuni yang disebut sebagai warga binaan sempat masuk ke dalam kamar dan mengunci ruangan ketika tim hendak mendekatinya.

Baca Juga: Ombudsman soroti kejanggalan mobil mewah di klaster hunian di Lapas Cibinong: Enggak mungkin napi biasa

Momen tersebut juga sempat ditampilkan Ombudsman RI melalui cuplikan video yang dibagikan setelah sidak di Lapas Cibinong pada Kamis, 24 September 2026.

Agus Andrianto mengatakan dirinya sejauh ini belum mengetahui identitas orang yang berada di hunian tersebut.

Menurutnya, orang yang terlihat di lokasi belum tentu merupakan warga binaan karena bisa saja petugas atau orang yang sedang melakukan pekerjaan bersih-bersih.

“Belum tahu, belum tahu. Tapi tadi kan sudah beliau sampaikan, bahwa di sini ada petugas, ada juga orang yang bekerja membersihkan,” kata Andrianto kepada awak media di Lapas Cibinong, Bogor, Jumat, 25 September 2026.

Baca Juga: 495 Prestasi terkurasi Puspresnas, begini cara SMAIT As-Syifa Wanareja kembangkan talenta siswa

Menteri Imipas bakal dalami penghuni klaster

Menteri Imipas menyatakan dugaan penghuni klaster yang sempat masuk ke dalam kamar saat sidak Ombudsman akan didalami.

Penelusuran juga akan mencakup penggunaan hunian yang disebut sebagai fasilitas pegawai Lapas Cibinong.

Agus mengatakan pihaknya perlu memastikan siapa saja yang menggunakan hunian tersebut serta untuk kepentingan apa fasilitas itu digunakan.

“Artinya orang-orang yang yang mungkin menggunakan ini, nanti akan pasti akan ketahuan, ya. Gitu ya,” beber Andrianto.

Halaman:

Tags

Terkini