GENMILENIAL.ID – Sebanyak 4.987 warga di Pekanbaru, Riau, dilaporkan mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam kurun waktu satu bulan terakhir akibat buruknya kualitas udara yang dipengaruhi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Data tersebut merupakan bagian dari 5.587 kasus gangguan kesehatan yang tercatat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru hingga 21 September 2026.
Dari jumlah tersebut, ISPA menjadi gangguan kesehatan yang paling banyak dialami warga. Kasus lainnya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.
Baca Juga: Santri kelola sampah jadi potensi ekonomi, Kang Akur dorong pesantren di Subang jadi contoh
Kasus ISPA di Pekanbaru tembus 4.987
Dinkes Kota Pekanbaru mencatat 4.987 warga mengalami ISPA di 21 puskesmas yang tersebar di wilayah tersebut.
Jumlah kunjungan warga dengan keluhan gangguan kesehatan juga mengalami peningkatan di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak asap karhutla.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, jumlah pasien yang datang ke fasilitas kesehatan bahkan meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan kondisi normal.
“Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,” ungkap Markarius Anwar dalam keterangannya, Senin, 21 September 2026.
Baca Juga: Cara ketahui penerimaan bansos PKH 2026, telusuri lewat situs hingga aplikasi resmi Kemensos
Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Pekanbaru meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan untuk menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Pemko Pekanbaru juga menginstruksikan 21 puskesmas untuk memperkuat kesiapsiagaan darurat medis, khususnya dalam menghadapi peningkatan kasus ISPA.
“Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,” jelas Markarius.
Asap karhutla bayangi kesehatan warga