“Semoga enggak ada korban jiwa, ini di arah bandara. Merinding banget,” ujar perekam video dalam unggahan tersebut.
Baca Juga: Debit air menyusut 60 persen, Perumda Tirta Rangga Subang waspadai pasokan untuk 2.500 pelanggan
Tiga blok gudang dilalap api
Proses pemadaman kebakaran menghadapi sejumlah kendala. Petugas harus menangani kondisi angin kencang yang membuat nyala api semakin membesar.
Selain tiupan angin, material yang berada di dalam pabrik dan gudang juga menjadi tantangan bagi petugas. Banyak material mudah terbakar seperti plastik dan kardus terdapat di dalam bangunan.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Batuceper, Ucok Negara, mengatakan kondisi tersebut membuat penanganan api menjadi kurang maksimal.
Baca Juga: DPRD Subang bahas RAPBD 2027, anggaran jalan capai Rp181,4 miliar
“Banyak material mudah terbakar seperti plastik dan kardus, ditambah tiupan angin yang luar biasa kencang, menjadi faktor utama yang menyulitkan petugas. Penanganan api jadi kurang maksimal,” ucap Ucok kepada wartawan di lokasi kejadian.
Sedikitnya tiga blok bangunan dilalap si jago merah. Ketiga blok tersebut terdiri atas Gudang A, Gudang B, dan Gudang C.
Untuk menangani kebakaran tersebut, sedikitnya 15 unit armada pemadam kebakaran dan 60 personel masih berjibaku melakukan proses pemadaman.
Sementara itu, penyebab kebakaran dan titik sumber api masih dalam penyelidikan. Kemungkinan adanya korban dalam peristiwa tersebut juga masih ditelusuri.
Baca Juga: Di balik momen pencopotan Purbaya, ada pilu istrinya yang mendadak diminta jemput ke kantor
Operasional penerbangan Bandara Soetta tetap normal
Besarnya kepulan asap sempat terlihat hingga area Bandara Soekarno-Hatta. Meski demikian, kondisi tersebut dipastikan tidak mengganggu operasional penerbangan di bandara.
Manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyatakan seluruh operasional penerbangan tetap berjalan normal, aman, dan lancar setelah insiden kebakaran yang terjadi di area luar bandara.