news

Debit air menyusut 60 persen, Perumda Tirta Rangga Subang waspadai pasokan untuk 2.500 pelanggan

Kamis, 17 September 2026 | 16:06 WIB
Direktur Utama Perumda Tirta Rangga Subang Lukman Nurhakim bersama jajaran saat meninjau UPA Tanjungsiang, Kamis 17 September 2026 (Dok. Istimewa)

Pasalnya, sumber air baku UPA Tanjungsiang masih sangat bergantung pada kondisi sungai alam.

Baca Juga: Gubernur Sherly ngeluh setahun urus tanah namun tak kunjung rampung, Wamen ATR BPN kena sindir

Kemarau bikin air lebih bening

Selain debit, perubahan musim juga berdampak terhadap kualitas air baku yang masuk ke UPA Tanjungsiang.

Saat kemarau, air sungai justru cenderung lebih bening. Sebaliknya, ketika hujan turun, tingkat kekeruhan air dapat meningkat secara ekstrem sehingga proses pengolahan menjadi lebih berat.

“Kemarau itu sebenarnya kualitasnya bening bagi kami. Saat hujan, keruhnya ekstrem. Kami biasanya kesulitan ketika musim hujan karena sungainya sangat keruh,” ujar Lukman.

Menurut Lukman, kondisi Sungai Cikembang dan Citombe saat ini telah mengalami perubahan dibandingkan lima hingga sepuluh tahun lalu.

Baca Juga: Momen haru relawan di Kalbar, saksikan hujan turun usai berjuang melawan amukan karhutla

Perubahan kondisi alam di wilayah tersebut dinilai turut memengaruhi debit maupun kualitas sumber air.

Perumda tingkatkan kesiapsiagaan

Penurunan debit hingga sekitar 60 persen menjadi perhatian Perumda Tirta Rangga Subang karena produksi air masih bergantung pada ketersediaan sumber air dari sungai tersebut.

“Kalau melihat hari ini, debitnya berkurang. Bisa sampai sekitar 60 persen,” kata Lukman.

Meski produksi air masih dapat dipertahankan, kondisi tersebut membuat ruang untuk menjaga kontinuitas pelayanan semakin terbatas.

Baca Juga: Nilai investasi Subang capai Rp18 triliun, Kajari tegaskan jangan ganggu investasi

Perumda Tirta Rangga Subang memastikan pemantauan terhadap kondisi sumber air terus dilakukan.

Halaman:

Tags

Terkini