Ia mengakui cara bicaranya terkesan santai dan spontan, tetapi menurutnya setiap pernyataan tetap didasarkan pada perhitungan.
"Jadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak," ungkap Purbaya dalam keterangannya pada 29 September 2025.
Ia kemudian menggunakan istilah 'koboi' untuk menggambarkan gaya tersebut. Namun, Purbaya menegaskan bahwa di balik gaya komunikasinya, terdapat perhitungan yang dilakukan.
"Kita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak," tambahnya.
Gaya komunikasi itu kemudian menjadi salah satu ciri yang melekat selama Purbaya menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan.
Suntikan dana Rp200 triliun ke Himbara
Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi sorotan melalui kebijakan penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk menambah likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit ke sektor produktif.
Purbaya menjelaskan alasan di balik langkah tersebut saat menghadiri Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta pada 28 Oktober 2025.
Baca Juga: Kepala BPOM sebut MBG lebih dari 4 jam masuk kategori basi: Kualitas makanan menurun
"Bukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif," kata Purbaya.
Kebijakan penempatan dana tersebut kemudian mendapat sorotan karena berkaitan dengan dana pemerintah dalam jumlah besar.
Purbaya juga memberikan arahan kepada bank penerima agar dana tersebut tidak diarahkan kepada kelompok konglomerasi.
Ia juga meminta agar dana itu tidak digunakan untuk membeli dolar.