Untuk mengetahui penyebab munculnya gejala pada para siswa dan guru, sampel makanan yang dikonsumsi serta muntahan para korban diperiksa di laboratorium milik Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Luki Pratugas Narimo mengatakan, penyebab pasti kejadian tersebut masih belum dapat dipastikan karena proses penyelidikan masih berlangsung.
“Ini masih dugaan keracunan MBG makanan yang kemarin. Tim kami masih melakukan penyelidikan epidemiologis, jadi kami belum bisa memastikan penyebab pastinya seperti apa,” ujar Luki kepada awak media pada Rabu, 9 September 2026.
Menurut Luki, penanganan terhadap para korban menjadi prioritas dalam kondisi tersebut.
“Sekarang yang terpenting dilakukan adalah melakukan evaluasi para korban dengan gejala keracunan dan perawatan agar cepat membaik,” imbuhnya.
Sementara itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1 yang mendistribusikan makanan MBG kepada sekolah-sekolah tersebut untuk sementara ditutup operasionalnya.***