news

Pengakuan orang tua di Pati, anaknya alami mual-muntah hingga mimisan usai diduga keracunan MBG

Kamis, 10 September 2026 | 18:37 WIB
Ratusan siswa dari dua sekolah di Pati, Jawa Tengah diduga alami keracunan usai santap MBG (Instagram/patisakpore)

GENMILENIAL.ID - Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di MTs Negeri 3 Pati dan SMP Negeri 1 Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Sejumlah siswa dan guru dari dua sekolah tersebut mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut setelah mengonsumsi menu MBG.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 9 September 2026. Penanganan terhadap para siswa dan guru yang mengalami gejala dilakukan di empat fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Gembong, RSUD RAA Soewondo Pati, RS Keluarga Sehat Hospital (KSH), dan RS Mitra Bangsa Pati.

Baca Juga: Kebakaran TPA Galuga di Bogor meluas, helikopter TNI AU dikerahkan untuk water bombing

Kasus dugaan keracunan itu turut menjadi perhatian setelah sejumlah video yang memperlihatkan mobil ambulans berderet untuk membawa siswa mendapatkan penanganan medis beredar di media sosial.

Anak alami mual, muntah hingga mimisan

Salah satu orang tua siswa SMP Negeri 1 Gembong, Anis, menceritakan kondisi yang dialami anaknya setelah mengonsumsi makanan MBG.

Menurut Anis, anaknya mengalami sejumlah gejala, mulai dari mual, muntah, hingga mimisan. Selain itu, anaknya juga mengalami buang air besar hingga beberapa kali.

Baca Juga: DPR RI perkuat sinergi dengan kepala desa, aspirasi desa disalurkan ke pusat

“Menunya nasi bakar, itu menu kemarin. Yang dirasakan ya mual, muntah, terus ini mimisan. BAB sudah 4 kali,” ucap Anis kepada wartawan pada Rabu, 9 September 2026.

Anis mengaku mengetahui adanya dugaan keracunan tersebut setelah menerima informasi dari grup sekolah. Ia kemudian langsung mendatangi rumah sakit untuk melihat kondisi anaknya.

“Langsung ada info di grup itu, langsung orang tua pada ke sini (rumah sakit). Perasaannya ya was-waslah, ini anaknya udah baikan, enggak mau diinfus. Kalau trauma, ya trauma ini,” sambungnya.

Baca Juga: Lewat seni dan budaya, FKUB Subang perkuat kerukunan lintas agama

273 Siswa dan 43 guru alami gejala

Halaman:

Tags

Terkini