Baca Juga: Dramatis! Masinis KRL di Tanah Abang berhasil tarik rem darurat usai lihat pria lompat ke rel
Dengan pembagian empat SRU tersebut, penyisiran difokuskan untuk memutari titik terakhir lokasi speedboat sebelum dinyatakan hilang kontak.
Drone thermal dipakai untuk pencarian dari udara
Pencarian dari udara menjadi salah satu upaya yang dilakukan Tim SAR Gabungan. Namun, penggunaan helikopter maupun pesawat belum memungkinkan karena kondisi abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sebagai alternatif, tim menggunakan drone thermal untuk membantu melakukan pencarian visual dari udara, termasuk di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
“Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal,” jelas Rizky.
Penggunaan drone tersebut menjadi bagian dari strategi pencarian pada hari kedua untuk memperluas jangkauan penyisiran tanpa menggunakan helikopter atau pesawat yang belum memungkinkan diterbangkan akibat abu vulkanik.
Pencarian dievaluasi berdasarkan cuaca dan arus
Rizky mengatakan operasi pencarian akan terus dievaluasi secara berkala.
Evaluasi mempertimbangkan kondisi cuaca, arus, serta perkembangan informasi yang diperoleh selama proses pencarian berlangsung.
“Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan, dengan angin bertiup dari arah selatan ke utara berkecepatan sekitar 14 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 0,4 hingga 1 meter,” terangnya.
Baca Juga: Kronologi aksi penjambret HP WNA India di depan hotel Menteng hingga akhirnya dibekuk polisi
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pelaksanaan penyisiran di wilayah perairan yang menjadi lokasi pencarian.
Lima jurnalis berada dalam speedboat Arupadhatu 1