“Kita nggak lanjutin mancing karena kita memutuskan untuk keselamatan, ombaknya gede banget dan kena erupsi,” imbuhnya.
Baca Juga: Warga di Harjamukti Cirebon dilaporkan terdampak kekeringan, serbu mobil pengangkut air bersih
Pengalaman tersebut kemudian ia bagikan melalui sejumlah video di media sosial. Salah satu video yang memperlihatkan kondisi setelah kejadian bahkan telah ditonton lebih dari 12 juta kali.
Kapal dipenuhi pasir hitam
Dalam video tersebut, Ocy juga menunjukkan material yang berada di atas kapalnya setelah erupsi. Material itu disebutnya berupa pasir kasar berwarna hitam, bukan debu.
Menurut Ocy, pasir tersebut cukup banyak hingga memenuhi bagian kapal. Ia sempat mengira suara yang terdengar ketika material itu jatuh seperti suara hujan.
“Itu pasir kasar, bukan debu. Pas dateng dikiranya suara hujan, enggak taunya pasir,” tambahnya.
Baca Juga: Saham MGLV melesat lebih dari 500 persen, pasar soroti rights issue Rp2,4 triliun
Kondisi tersebut menjadi bagian dari pengalaman rombongan Ocy ketika berada di sekitar Gunung Anak Krakatau saat aktivitas erupsi meningkat.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada 9 September 2026. Erupsi tersebut terekam berlangsung selama 28 detik pada pukul 00.47 WIB.
Masyarakat tetap diimbau tidak mendekati Gunung Anak Krakatau. Aktivitas juga diimbau tidak dilakukan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.***