Ombak mendadak besar hingga kembali ke Krakatau
Ocy mengatakan ombak di sekitar SMR tiba-tiba membesar. Rombongannya hanya sempat memancing sekitar satu jam sebelum memutuskan kembali menuju kawasan Krakatau.
“Sampai di SMR, ternyata ombak besar banget dan dari kanan kapal, kita mancing cuma satu jam. Setelah itu kembali ke Krakatau,” lanjutnya.
Rombongan kemudian tiba kembali di area Krakatau sekitar pukul 23.00 WIB pada 4 September 2026.
Menurut Ocy, saat itu mulai terlihat kondisi yang berbeda dari sebelumnya.
Baca Juga: Kronologi aksi penjambret HP WNA India di depan hotel Menteng hingga akhirnya dibekuk polisi
Ia mengatakan ombak laut kembali membesar. Tidak lama setelah itu, aktivitas letusan mulai terdengar dan berlangsung hingga keesokan harinya.
“Ia sampai di area Krakatau sekitar pukul 23.00 WIB di tanggal 4 itu, udah mulai ada tanda aneh itu. Laut tiba-tiba ombak besar banget, setelah itu ada letusan dari gunung dari 23.30 WIB sampai besoknya, tanggal 5 September 2026 subuh,” jelasnya.
Demi keselamatan, rombongan kemudian mencari tempat berlindung. Saat berada di lokasi tersebut, kapal mereka turut terdampak material dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga: Sempat ditutup imbas abu Anak Krakatau, ini daftar 10 bandara yang kembali resmi beroperasi
Terdengar dentuman saat erupsi
Ocy mengatakan kondisi ombak yang tinggi menjadi salah satu pertimbangan rombongan untuk tidak melanjutkan aktivitas memancing.
Mereka juga mendengar suara dentuman yang berasal dari Gunung Anak Krakatau ketika gunung tersebut mengalami letusan.
“Waktu itu ombaknya tinggi banget, kita juga denger dentuman dari Gunung Anak Krakatau waktu meletus itu,” tambahnya.