"(Almarhum) meninggal beliau kabarnya karena kelelahan. Tapi kita belum tahu apakah memang ada penyakit bawaan lainnya," ungkap Jean dalam keterangannya pada Kamis, 3 September 2026.
Baca Juga: BUMD Subang dituntut lebih produktif, Kang Rey: Harus ada terobosan untuk pemerintah daerah
Penyebab kematian belum dipastikan
Keterangan mengenai kondisi Akhmad menunjukkan bahwa dugaan kelelahan belum dapat disebut sebagai penyebab tunggal kematiannya.
Jean menyampaikan masih terdapat kemungkinan adanya penyakit bawaan yang belum diketahui.
Hal serupa juga terlihat dari keterangan mengenai Itam Madin. Samuel menyebut faktor kelelahan sebagai perkiraan setelah almarhum mengalami sesak napas dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Kedua relawan tersebut diketahui memiliki peran dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing.
Itam aktif sebagai relawan damkar di Kotawaringin Barat, sementara Akhmad memimpin TSAK di Palangka Raya.
Kabar meninggalnya dua relawan tersebut kemudian mendapat perhatian di media sosial. Unggahan yang memuat kabar duka itu juga diikuti berbagai ucapan belasungkawa dari masyarakat.
Hingga informasi tersebut disampaikan, faktor kelelahan disebut dalam keterangan pihak terkait sebagai dugaan yang berkaitan dengan kondisi kedua relawan setelah menjalankan tugas pemadaman.
Namun, khusus Akhmad Rijani, kemungkinan adanya penyakit bawaan juga masih disebut sehingga penyebab kematiannya belum dapat dipastikan hanya karena kelelahan.***