Menurutnya, proses penanganan telah dilakukan oleh Manggala Agni Kementerian Kehutanan atau Kemenhut bersama warga.
Situasi tersebut membuat warga harus tetap siaga karena khawatir api meluas atau menyeberang ke area lain.
“Malam ini warga juga tidak bisa tidur. Mereka harus terus siaga karena khawatir api menyeberang,” tutur Panji.
Baca Juga: Sempat viral karena marahi petugas BNPB soal bantuan gempa NTT, Camat Lamba Leda Utara mundur
Selain harus berjaga, persediaan air untuk membantu penanganan kebakaran disebut mulai menipis.
Warga juga dikabarkan mengalami kelelahan setelah berusaha menghadapi kebakaran.
“Persediaan air sudah menipis, sementara warga juga sudah kelelahan karena berusaha menghadapi kebakaran ini,” imbuhnya.
Melihat kondisi tersebut secara langsung, Panji menyampaikan keprihatinannya terhadap warga yang berada di sekitar wilayah terdampak kebakaran.
“Kasihan sekali melihat kondisi mereka. Kita doakan semoga semuanya tetap aman, api segera bisa dikendalikan,” sebutnya.
Panji juga berharap hujan segera turun sehingga dapat membantu proses pemadaman api di wilayah tersebut.
“Dan yang paling kita harapkan tentu saja hujan. Semoga hujan segera turun dan membantu memadamkan api di wilayah ini,” tutup Panji.***