Baca Juga: Bocah 7 tahun di Dairi Sumut diduga jadi korban penyiksaan sang bibi, wajah hingga kaki penuh luka
Fahira menyebut keterlibatan Bang Japar dalam kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari kiprah organisasi dalam menjaga masyarakat, lingkungan, fasilitas publik, persatuan, serta kedamaian kota.
Ia menegaskan kegiatan tersebut tidak ditujukan untuk berhadapan dengan pihak atau kelompok mana pun.
“Apel Siaga Jaga Jakarta bukan gerakan untuk membangun ketegangan dan bukan mobilisasi untuk melawan siapa pun. Ini adalah ikhtiar bersama untuk mengingatkan bahwa Jakarta merupakan rumah kita semua. Rumah ini harus dijaga dengan gotong royong, dialog, ketertiban, dan semangat persaudaraan,” jelasnya.
Fahira ajak warga tak mudah terprovokasi
Fahira juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya, potongan video tanpa konteks, maupun ajakan di media sosial yang dapat memicu kemarahan, kebencian, perusakan, dan konflik antarmasyarakat.
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak semestinya menghilangkan persaudaraan di tengah masyarakat.
“Kita boleh berbeda pandangan, tetapi tidak boleh kehilangan persaudaraan. Mari menjaga ruang demokrasi tetap sehat, damai, tertib, dan beradab,” ungkap aktivis perempuan tersebut.
Baca Juga: Aliansi Masyarakat Jakarta ajak semua pihak jaga Jakarta tetap kondusif
Fahira menegaskan komitmen Bang Japar dalam menjaga Jakarta tidak berhenti pada pelaksanaan satu apel atau momentum tertentu.
Komitmen tersebut disebut sebagai bagian dari pengabdian jangka panjang organisasi untuk memastikan kehadirannya semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Bang Japar akan terus menjaga Jakarta dengan berbuat dan bermanfaat. Kita jaga kotanya, kita bantu warganya, kita rawat persaudaraannya, dan kita kuatkan masyarakatnya. Bang Japar tidak boleh hanya besar dalam nama, tetapi harus semakin besar dalam manfaat,” pungkas Fahira.***