news

Kisruh korlap aksi BEM UI kecam dugaan intimidasi polisi ke sopir pengangkut massa menuju Bundaran HI: Seribu alasan!

Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:38 WIB
Menyoroti dugaan intimidasi polisi terhadap puluhan sopir Kopaja yang hendak mengangkut massa aksi BEM UI menuju Bundaran HI (Instagram.com/@jakartainfoterkini.id)

BEM UI soroti penguatan militer di daerah

Hafidz menilai penguatan militer di daerah bukan menjadi kebutuhan utama masyarakat saat ini. Ia menyebut kesejahteraan masyarakat semestinya menjadi perhatian.

"Yang dibutuhkan negara ini adalah kesejahteraan," tegasnya.

Baca Juga: Viral mahasiswa BEM UI ajak adu argumen polwan yang sambut massa aksi di Thamrin dengan spanduk 'kami siap melayani'

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga membawa isu kebencanaan di wilayah NTT dan Flores. Mereka mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional setelah wilayah tersebut dilanda gempa bumi.

"Tuntutan terakhir kami adalah meminta pemerintah menetapkan status Bencana Nasional di NTT dan Flores," tandas Hafidz.

Rangkaian tuntutan tersebut disampaikan bersamaan dengan kritik mahasiswa terhadap dugaan penghadangan kendaraan yang akan membawa massa aksi BEM UI menuju Bundaran HI.

Dugaan intimidasi terhadap 24 sopir Kopaja menjadi perhatian dalam orasi korlap aksi karena para pengemudi disebut membatalkan pesanan setelah menerima telepon dari pihak tertentu.***

 

Halaman:

Tags

Terkini