“Ini masih didalami, termasuk apakah flare, apakah petasan, apakah bom molotov, botol molotov yang akan dijadikan bom molotov, ini merupakan bagian dalam penyampaian pendapat, itu kita jawab secara bijak,” sambungnya.
9.242 Personel gabungan disiagakan
Pengamanan aksi mahasiswa dilakukan dengan melibatkan ribuan personel gabungan.
Budi menyebut sebanyak 9.242 personel disiapkan untuk mengamankan berbagai kegiatan penyampaian aspirasi dan kegiatan masyarakat di Jakarta.
“Personel yang sudah dipersiapkan 9.242 personel untuk seluruh kegiatan penyampaian aspirasi di depan publik, begitu juga dengan kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya,” ungkap Budi.
Baca Juga: Ratusan siswa jadi korban dugaan keracunan MBG di Berastagi, BGN siap bawa ke jalur hukum
Jumlah tersebut terdiri dari 5.670 personel Polda Metro Jaya, 222 personel Polres jajaran, 1.500 personel TNI, serta 1.850 personel BKO Mabes Polri.
Pengamanan tersebut mencakup 31 aksi unjuk rasa serta 16 kegiatan masyarakat yang berlangsung di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
8 Tuntutan BEM UI
Dalam aksi tersebut, BEM UI menyampaikan delapan tuntutan kepada pemerintah.
Aspirasi yang dibawa mahasiswa mencakup persoalan ekonomi, pemberantasan korupsi, kebijakan pembangunan, hingga persoalan ruang sipil.
Baca Juga: Profil Celine Olivia, pembawa baki bendera merah putih yang berprestasi di bidang seni
Delapan tuntutan tersebut yakni:
- Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
- Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
- Wujudkan reforma agraria sejati.
- Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
- Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP.
- Tolak pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan soroti otonomi daerah.
- Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
- Hentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP.
Baca Juga: Akun Instagram Kemenpora digeruduk warganet, viral curhatan Cindy Gulla fotonya dipakai tanpa izin