news

Dugaan keracunan MBG di Berastagi: 269 Siswa dirawat, paling banyak dari SMAN 1 Berastagi

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:10 WIB
Kasus ratusan siswa SMA dan SMK di Berastagi, Kabupaten Karo diduga alami keracunan setelah menyantap MBG (Threads/zumaahmad)

GENMILENIAL.ID — Kasus dugaan keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini, ratusan siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan MBG.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026 dan melibatkan siswa dari tiga sekolah di kawasan Berastagi. Mereka kemudian harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Data yang disampaikan Kepala Cabang Dinas Wilayah IV Zulkarnain Barus pada Kamis sore mencatat sedikitnya 269 siswa menunjukkan gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan.

Baca Juga: Suplai air ke Pelabuhan Patimban masih 2 liter per detik, Perumda TRS bidik APBN 2027

Dari jumlah tersebut, 204 siswa berasal dari SMAN 1 Berastagi, 25 siswa dari SMA Swasta Bersama, dan 40 siswa dari SMK Swasta Bersama.

“Data ini kemungkinan masih terus bertambah ya,” ujar Zulkarnain kepada awak media.

Ratusan siswa dilarikan ke fasilitas kesehatan

Besarnya jumlah siswa yang mengalami gejala membuat proses evakuasi berlangsung cukup intensif. Para siswa dari sekolah masing-masing kemudian dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.

Sejumlah fasilitas kesehatan yang menerima pasien di antaranya Rumah Sakit Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, Rumah Sakit Kabanjahe, serta Puskesmas Berastagi.

Baca Juga: Gempa NTT: 38 Orang meninggal dunia dan 13 orang luka-luka

Kondisi evakuasi tersebut juga terekam dalam sejumlah video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @fakta_medan, sejumlah ambulans terlihat datang ke SMAN 1 Berastagi untuk menjemput siswa.

Proses evakuasi disebut berlangsung sejak sekitar pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB. Para siswa tampak dibawa menggunakan berbagai sarana, mulai dari tandu, brankar pasien, hingga kursi roda.

Video lainnya memperlihatkan suasana ruang IGD yang dipenuhi siswa. Beberapa di antaranya terlihat mengalami mual dan menangis saat mendapatkan penanganan.

Kondisi tersebut membuat penanganan terhadap para siswa dilakukan secara bersamaan di sejumlah fasilitas kesehatan guna mengantisipasi bertambahnya pasien.

Halaman:

Tags

Terkini